Tampilkan postingan dengan label PBM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PBM. Tampilkan semua postingan

Minggu, 03 Agustus 2025

Penelitian Kualitatif

1. Pengertian Penelitian Kualitatif

Penelitian kualitatif adalah pendekatan ilmiah yang digunakan untuk memahami makna, realitas sosial, atau fenomena yang kompleks dari sudut pandang partisipan secara mendalam dan holistik. Fokusnya bukan pada pengukuran numerik, tetapi pada pengalaman subjektif, persepsi, interaksi sosial, dan konteks.

Menurut Creswell (2014),

“Qualitative research is an approach for exploring and understanding the meaning individuals or groups ascribe to a social or human problem.”

Sedangkan Moleong (2017) mendefinisikannya sebagai:

“Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian seperti perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dan lain-lain secara holistik dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah.”

Kata kunci penting:

  • Makna subjektif
  • Konteks alami
  • Interaksi sosial
  • Deskriptif dan interpretatif

2. Ciri-Ciri Penelitian Kualitatif

Penelitian kualitatif memiliki sejumlah karakteristik utama berikut:

a. Natural Setting (Setting Alami)

Penelitian dilakukan di lingkungan yang alami dan tidak dimanipulasi (Creswell, 2014).

b. Peneliti sebagai instrumen utama

Peneliti sendiri yang mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, atau studi dokumen (Sugiyono, 2019).

c. Bersifat deskriptif

Hasil penelitian disajikan dalam bentuk naratif atau deskripsi, bukan angka (Moleong, 2017).

d. Mengutamakan makna

Peneliti fokus pada makna yang dikonstruksi subjek, bukan hanya fakta objektif.

e. Analisis data secara induktif

Analisis dilakukan dari data yang diperoleh di lapangan, bukan berdasarkan teori yang telah ada.

f. Mengutamakan proses, bukan hasil

Proses interaksi sosial, dinamika, dan perubahan menjadi hal yang utama diamati.

3. Struktur Penelitian Kualitatif

Struktur atau sistematika laporan penelitian kualitatif dapat berbeda dari penelitian kuantitatif yang kaku, namun secara umum mencakup:

a. Pendahuluan

Berisi latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat, dan ruang lingkup.

b. Tinjauan Pustaka

Bukan untuk menguji hipotesis, tapi untuk mendukung pemahaman teori dan memperkuat kerangka berpikir.

c. Metode Penelitian

Meliputi:

  • Pendekatan dan jenis penelitian
  • Subjek dan lokasi penelitian
  • Teknik pengumpulan data (wawancara, observasi, dokumentasi)
  • Teknik analisis data (Miles & Huberman: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan)
  • Keabsahan data (triangulasi, member checking)

d. Temuan dan Pembahasan

Disajikan secara naratif dengan kutipan langsung dari informan, disertai interpretasi peneliti dan dikaitkan dengan teori atau hasil studi sebelumnya.

e. Kesimpulan dan Saran

Berisi ringkasan temuan utama dan rekomendasi yang bersifat kontekstual.

f. Daftar Pustaka

Disusun sesuai gaya sitasi yang digunakan (APA, MLA, Chicago, dll).

Referensi

  • Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. SAGE Publications.
  • Moleong, L. J. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif. Remaja Rosdakarya.
  • Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D. Alfabeta.
  • Miles, M. B., Huberman, A. M., & SaldaƱa, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook. SAGE Publications.

  

Karya Tulis Ilmiah


1. Pengertian Karya Tulis Ilmiah

Karya tulis ilmiah adalah tulisan yang disusun secara sistematis berdasarkan hasil pemikiran, kajian pustaka, atau penelitian, yang bertujuan menyampaikan informasi secara objektif, logis, dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), karya ilmiah adalah karya tulis yang dibuat dengan menggunakan kaidah ilmiah dan berdasarkan hasil penelitian atau kajian yang sistematis dan logis (KBBI Daring, 2024).

“Karya tulis ilmiah merupakan tulisan yang menyajikan hasil pengkajian atau penelitian, dengan metode yang sistematis dan terstruktur, serta berlandaskan data dan fakta.”
(Suryabrata, 2013, Metodologi Penelitian)

2. Tujuan Karya Tulis Ilmiah

Tujuan penulisan karya ilmiah antara lain:

  • Menyampaikan hasil penelitian secara objektif dan sistematis.
  • Melatih keterampilan berpikir kritis dan logis dalam memecahkan masalah.
  • Mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.
  • Meningkatkan keterampilan menulis akademik, termasuk menyusun argumen dan data secara koheren.
  • Memberikan solusi atau rekomendasi terhadap suatu permasalahan melalui pendekatan ilmiah.

“Penulisan karya ilmiah bertujuan untuk menyampaikan informasi faktual, memecahkan masalah, dan berkontribusi terhadap pengetahuan ilmiah.”
(Keraf, 2004, Argumentasi dan Narasi)

3. Jenis-Jenis Karya Tulis Ilmiah

Berikut beberapa jenis KTI berdasarkan tujuannya dan lingkupnya:

Jenis

Penjelasan Singkat

Makalah

Karya ilmiah sederhana berdasarkan kajian pustaka atau observasi singkat.

Artikel Ilmiah

Tulisan ringkas yang dimuat dalam jurnal atau media ilmiah, berisi gagasan, hasil kajian, atau penelitian.

Skripsi

Karya ilmiah akhir jenjang S1, berdasarkan penelitian dengan metode ilmiah.

Tesis

Karya ilmiah akhir jenjang S2 yang lebih kompleks dan analitis dari skripsi.

Disertasi

Karya ilmiah akhir jenjang S3, bersifat original dan memberikan kontribusi nyata pada ilmu.

Laporan Penelitian

Dokumentasi sistematis hasil penelitian dari suatu kegiatan ilmiah.

Karya Tulis Ilmiah Populer

Artikel ilmiah yang disampaikan dengan bahasa ringan untuk publik umum.

“Karya tulis ilmiah dapat diklasifikasikan berdasarkan tingkat akademis dan kompleksitas kajian, mulai dari makalah hingga disertasi.”
(Zamroni, 2010, Menulis Karya Ilmiah)

4. Struktur Karya Tulis Ilmiah

Struktur umum KTI umumnya terdiri atas:

  1. Halaman Awal
    • Sampul, lembar pengesahan, kata pengantar, daftar isi, daftar tabel/gambar (jika ada)
  2. Bab I – Pendahuluan
    • Latar belakang, rumusan masalah, tujuan, manfaat, ruang lingkup, dan sistematika penulisan
  3. Bab II – Tinjauan Pustaka / Kajian Teori
    • Landasan teori, kerangka berpikir, dan hasil penelitian sebelumnya
  4. Bab III – Metode Penelitian
    • Pendekatan, jenis penelitian, teknik pengumpulan dan analisis data
  5. Bab IV – Hasil dan Pembahasan
    • Data hasil penelitian dan analisisnya
  6. Bab V – Penutup
    • Kesimpulan dan saran
  7. Daftar Pustaka
    • Referensi yang digunakan
  8. Lampiran
    • Data mentah, instrumen, dokumen pendukung

“Struktur karya ilmiah harus sistematis dan logis agar pembaca mudah mengikuti alur pemikiran penulis.”
(Sugiyono, 2019, Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif)

5. Ciri Kebahasaan Karya Tulis Ilmiah

Kebahasaan dalam karya ilmiah memiliki ciri sebagai berikut:

  • Menggunakan bahasa baku dan sesuai kaidah EYD.
  • Objektif, tidak mencampurkan opini pribadi tanpa dasar ilmiah.
  • Logis dan sistematis, ide disusun runtut dan koheren.
  • Konsisten, dalam istilah, format penulisan, dan rujukan.
  • Menghindari bahasa kiasan atau gaya sastra.
  • Menggunakan istilah teknis sesuai bidang keilmuan.

Contoh:
Salah (subjektif): Saya merasa metode ini paling baik.
Benar (objektif): Metode ini terbukti paling efektif berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda.

“Bahasa ilmiah bersifat lugas, jelas, dan menghindari bias serta emosi.”
(Alwasilah, 2005, Pokoknya Menulis)

Daftar Pustaka 

  • Alwasilah, A. C. (2005). Pokoknya Menulis. Bandung: Kiblat Buku Utama.
  • Keraf, G. (2004). Argumentasi dan Narasi. Jakarta: Gramedia.
  • Suryabrata, S. (2013). Metodologi Penelitian. Jakarta: Rajawali Pers.
  • Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Bandung: Alfabeta.
  • Zamroni. (2010). Menulis Karya Ilmiah. Yogyakarta: Tiara Wacana.
  • KBBI Daring. (2024). Diakses dari: https://kbbi.kemdikbud.go.id

 

Kamis, 02 November 2023

Materi Teks Ceramah

 

A.    Pengertian

Menurut Dimyati Dkk, ceramah merupakan sebuah bentuk interaksi belajar mengajar yang dilakukan melalui penuturan dan penjelasan secara lisan oleh seorang guru terhadap sekelompok anak didiknya.

 

B.     Ciri-ciri teks ceramah

 

1.      Disampaikan oleh seseorang yang mempunyai sebuah keahlian dalam bidang atau disiplin ilmu tertentu.

2.      Ceramah juga memiliki struktur yang lengkap, terdisiri ats pendahuluan, isi, dan juga penutup.

3.      Dalam pemilihan tema atau inti dari penyampaian sebuah ceramah akan digunakan tema yang sesuai dengan keadaan yang sedang terjadi di masyarakat atau kegiatan yang sedang diselenggarakan.

4.      Isis ceramah harus bersifat objektif, jelas, dam juga terbukti kebenarannya, selalu hindari hoaks atau kebohongan.

5.      Guakan Bahasa yang sopan dan mudah dipahami oleh pendengar.

 

C.    Jenis-jenis ceramah

 

1.      Ceramah Khusus

Ceramah Khusus memiliki sebuah tujuan untuk memberikan sebuah nasihat atau petunjuk-petunjuk kepada khalayak atau pendengar tertentu dan bersifat khusus, baik itu dari segi materi ataupun faktor lainnya.

 

2.      Ceramah Umum

Cermah umum adalah sebuah ceramah yang berisi pesan yang bertujuan untuk memberikan informasi yang ditujukan kepada para pendengar yang umum atau masyarakat luas.

 

D.    Unsur-unsur teks ceramah

 

1.      Penceramah

Unsur pertama dari teks ceramah adalah penceramah. Penceramah dapat dikatakan sebagai seseorang yang melakukan kegiatan ceramah. Salah cara untuk menjadi penceramah, seseorang tersebut harus memiliki ilmu yang mumpuni dan pengetahuan yang luas tentang materi yang disampaikan kepada para pendengar.

2.      Pendengar

Unsur yang kedua dari teks ceramah yaitu pendengar. Pendengar sendiri merupakan penerima nasihat-nasihat dari penceramah. Untuk mendengarkan ceramah, siapa saja bisa menjadi pendengar dari suatu ceramah, tanpa batas status sosial, umur, jenis kelamin, latar belakang, dan lain sebagainya.

3.      Materi

Unsur yang ketiga dari teks ceramah adalah materi. Materi yang akan disampaikan pada saat ceramah biasanya berangkat dari ajaran dalam suatu agama. Kriteria untuk ceramah yang bagus salah satunya adalah ceramah yang mampu membuat pendengar tersadarkan dan terdorong untuk melakukan nasihat atau petuah yang disampaikan oleh penceramah. Oleh karena itu, penceramah perlu menyiapkan dan menyusun secara sistematis sebuah materi yang ingin akan disampaikan kepada pendengar, sehingga pendengar dapat menerima dan memahami dengan baik

4.      Metode Ceramah

Unsur yang keempat dari teks ceramah adalah metode ceramah. Metode ceramah sendiri dapat diartikan sebagai cara yang digunakan seorang penceramah untuk
menyampaikan materi. Metode ceramah ini memiliki 4 jenis, diantaranya yaitu:

a.       Impromptu, yakni metode ceramah tanpa persiapan. Penceramah yang menggunakan metode impromptu biasanya sudah memiliki jam terbang atau pengalaman yang cukup tinggi, sehingga sangat menguasai materi dan mampu membuat suasana menjadi lebih hangat.

b.      Menghafal, yakni metode ceramah tanpa persiapan. Metode ini sering juga disebut metode penyampaian dengan cara menghafal.

c.       Membaca naskah, yakni metode ceramah yang dilakukan dengan menyampaikan apa yang tertulis dalam naskah secara lengkap.

d.       Ekstemporan, yakni metode ceramah yang hanya menuliskan pokok-pokok pikiran atau materi inti saja, hal ini digunakan sebagai pengingat urutan materi dalam ceramah.

5.      Media ceramah

Unsur yang kelima dari teks ceramah adalah media ceramah. Media ceramah sendiri dapat dipahami sebagai seperangkat alat yang dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan materi kepada pendengar. Di zaman sekarang, cermaha tidak hanya terbatas pada ruang rumah ibadah, tetapi juga dapat dilaksanakan di berbagai tempat. Kegiatan ceramah sekarang ini juga bisa disampaikan secara langsung (tatap muka) atau direkam (dalam jaringan) sehingga pendengar bisa melihat dari internet atau televisi.

E.     Struktur Teks Ceramah

1.      Pendahuluan

a.       Pembuka, yaitu bagian yang terdiri dari salam pembuka, ucapan penghormatan, dan ucapan syukur.

b.      Pengantar, yaitu bagian yang mengandung paragraf pengantar. Pada bagian ini, penceramah akan mulai mengenalkan pendengar dengan topik yang dibahas. Untuk menjangkau banyak pendengar, pengantar biasanya memanfaatkan informasi atau berita yang faktual dan memiliki hubungan dengan topik dari teks ceramah.

2.      Isi Ceramah

a.       Inti, yaitu bagian isi ceramah yang terdiri atas pemaparan dari penceramah, pandangan umum, hingga cara pengilustrasian materi yang disampaikan.

b.      Gagasan, yaitu bagian yang terdiri dari ide besar penceramah yang akan disampaikan kepada pendengar. Ceramah yang baik adalah ceramah yang membahas satu gagasan besar dan kemudian dilakukan pengembangan menjadi beberapa sub topik tertentu

3.      Penutup

Teridiri dari simpulan, ucapan perminta maaf, dan salam penutup.

F.     Kaidah kebahasaan teks ceramah

No.

Kaidah Kebahasaan

Keterangan

1.

Menggunakan kata sapaan

misalnya "Selamat pagi, siang, sore", dan sebagainya.

2.

Memakai kata ganti orang pertama tunggal dan kata ganti orang kedua jamak sebagai sapaan.

Contoh kata ganti pertama: saya, aku, kami. Contoh kata ganti orang kedua jamak: anak-anak, hadirin, bapak-bapak, ibu-ibu, saudara-saudara, dan lainnya.

3.

Menggunakan kata yang menunjukkan sebab-akibat atau argumentasi.

Contohnya "dengan demikian, akibatnya, oleh karena itu, maka" dan lain sebagainya.

4.

Sering memakai kata kerja mental.

seperti: memprihatinkan, memperkirakan, berpendapat, diharapkan, dan lain-lain.

5.

Memakai kata persuasif, untuk mengajak seseorang.

Seperti: sebaiknya, hendaklah, seharusnya.

6.

Memakai kalimat imperatif, untuk melarang atau meminta seseorang melakukan sesuatu.

Seperti: jangan, coba pahami, dan lain-lain.

 

G.    Perbedaan ceramah, pidato, dan Khotbah

No                                                                                                                                                                          

Perbedaan

Ceramah

Pidato

Khotbah

1.

Topik

Topik pembicaraannya bersifat keagamaan namun tidak dikhususkan untuk agama tertentu.

Topik pembicaraan bersifat umum .

Topik pembicaraannya tentang keagamaan tertentu.

2.

Interaksi

Terdapat interaksi berupa tanya jawab antara sang pembicara dengan sang pendengar.

Tidak terdapat interaksi antara sng pembicara dengan sang pendengar.

Tidak terdapat interaksiantara sang pembicara dengan sang pendengar.

3.

Tujuan

Bisa ditujukan untuk kalangan umum jika ceramah umum dan umat agama jika ceramah keagamaan.

Ditunjukan untuk semua kalangan (kalangan umum).

Ditujukan hanya untuk kalangan penganut agama tertentu.

4.

Tempat

Biasanya dilakukan tempat ibadah, di kampus, di

sekolah, di tempat khusus (aula) saat seminar/ ceramah umum.

 

Dilakukan pada acara dan tempat tertentu.

Biasanya dilakukan di dalam tempat ibadah tertentu.

 

H.    TUJUAN CERAMAH

Penyampaian ceramah tentu ada tujuan yang harus dipenuhi. Beberapa bentuk tujuan dari ceramah adalah:

 

1.      Informatif

Tujuan dari ceramah ini adalah untuk memberikan informasi kepada para pendengar agar mengenal suatu hal dan mampu memahami pesan yang disampaikan.

2.      Persuasif

Ceramah yang bertujuan untuk mengajak para pendengar untuk mengikuti apa yang telah disampaikan atau dianjurkan dalam ceramah.

3.      Argumentatif

Bertujuan untuk menyamoaikan sebuah topik yang bisa dipahami para pendengar mengenal suatu hal dengan cara menyampaikan argument dan contoh yang bisa dipahami.

4.      Rekreatif

Ceramah yang punya tujuan untuk menghibur atau membuat gembira para pendengar agar merasa puas dan Bahagia.

5.      Naratif

Sebuah ceramah yang punya tujuan untuk menceritakan suatu hal kepada pendengar.

 

I.       TELAAH STRUKTUR DAN ISI

Pentingnya Memperkaya Literasi

Pembuka (Tesis)

       Literasi merupakan satu di antara modal utama yang harus terus ditingkatkan dalam menghadapi era revolusi 4.0 ini. Apalagi Indonesia sedang dalam keadaan darurat literasi. Hal tersebut dibuktikan melalui penelitian PISA yang menempatkan Indonesia di urutan ke-62 dalam minat membaca.

Isi Rangkaian argumen)

 

      Di zaman yang serbacepat dan instan ini, kebutuhan akan pengetahuan yang kaya menjadi sangat penting. Literasi adalah kunci utama untuk mendapatkannya. Jika tidak, saya pikir kita akan dengan mudah tertinggal oleh zaman yang sedang terus berlari kencang melalui teknologi informasi dan komunikasi.

    Kecepatan media teknologi informasi dan komunikasi juga membuat informasi mampu menyebar dengan cepat pada semua lapisan masyarakat. Tanpa literasi yang kaya, sesesorang akan mudah terhasut oleh berita bohong yang dapat menyebar jauh lebih cepat dari pesan kebaikan.

    Literasi juga menjadi gerbang utama dalam menggapai masa depan abad ini. Bagaimana tidak, percepatan industri yang tak terkendali ini mungkin akan menumbuhkan ekonomi dengan cepat, tapi juga akan banyak memberikan permasalahan.

     Mengapa demikian? karena sesuatu yang dikerjakan secepat mungkin akan jauh lebih rawan untuk mendapatkan masalah purna produksi. Maka dari itu, problem solving atau pemecahan masalah adalah salah satu kemampuan yang wajib dimiliki untuk menghadapinya. Dari mana kita mendapatkannya? lagi-lagi, literasi.

Penutup (Penegasan ulang)

    Oleh karena itu, pemahaman akan suatu wawasan dalam teks pengetahuan atau literasi harus terus ditingkatkan. Kita tidak hanya bisa mengandalkan internet untuk mengetahui sesuatu. Wawasan itu untuk dikuasai, bukan untuk diingat apalagi diketahui melalui satu klik saja. Wawasan semacam itu justru hanya menyesatkan dan tidak dapat memberikan dampak baik bagi perkembangan diri.

 

No.

Telaah isi

Keterangan

1.

Judul

Pentingnya Memperkaya Literasi

2.

Tema

Literasi

3.

Jenis

Ceramah umum

4.

Kebahasaan

·         Menggunakan kata yang menunjukkan sebab-akibat

·         Memakai kata ganti orang pertama tunggal dan kata ganti orang kedua jamak

·         Sering memakai kata kerja mental.

·         Memakai kata persuasif, untuk mengajak seseorang.

·         Memakai kalimat imperatif

5.

Kesesuaian tema dengan isi

Sesuai

 

Penelitian Kualitatif

1. Pengertian Penelitian Kualitatif Penelitian kualitatif adalah pendekatan ilmiah yang digunakan untuk memahami makna, realitas sosial, a...