Sabtu, 17 September 2022

Akhilendra


Malam minggu telah tiba, malam yang merdeka untuk seluruh siswa. Yang mereka pikirkan hanyalah bersenang-senang. Tidak dengan si Akhilendra, salah satu siswa yang paling sibuk di Sekolah. Ia mengikuti organisasi dan banyak ekstrakurilkuler. Setiap hari dia disibukkan dengan Organisasi dan Ekstrakulikuler. Saking sibuknya kadang dia lupa akan kewajiban utamanya sebagai siswa yaitu belajar. Disaat orang-orang  bersenang-senang di malam minggu. Ia harus mengikuti rapat dengan organisasinya membahas tentang kegiatan yang akan dilaksanakan untuk bulan depan.

Nah, keputusan dalam rapat, ia mendapat kepercayaan sebagai ketua pelaksana untuk kegiatan tersebut. Awalnya ia menolak, karena ia merasa dirinya tidak sanggup sebagai ketua. Ia merasa belum punya banyak pengalaman. Tapi teman-temannya meyakinkannya untuk menjadi ketua. Dengan setengah hati ia menerimanya dengan syarat teman-temannya harus membantunya dalam mensukseskan kegiatan tersebut. Kemudian ia menyusun kepanitiaan untuk kegiatan yang akan dilaksanakan, didampingi oleh salah seorang temannya yang bernama Rayadinata. Rayadinata memiliki beberapa pengalaman dalam melaksanakan kegiatan. Oleh karena itu, ia mengajak Rayadinata untuk membantunya dalam menyusun kepanitiaan.

Esok harinya Akhilendra mengajak rekan-rekan panitia untuk rapat membahas konsep untuk kegiatan yang akan dilaksanakan. Ia dengan percaya diri membuka rapat dan memulai diskusi tentang konsep kegiatan. Setelah sekian lama berdiskusi, keputusan sudah ditemukan. Selanjutnya Antasena menyuruh sekretaris menyusun proposal kegiatan untuk meminta dana kei sekolah. Dan menyusun rencana kegiatan dengan panitia yang lain supaya kegiatan berjalan lancar.

Awalnya semua rencana berjalan lancar, tapi tidak dengan dana. Dana dari sekolah belum cair. Hal ini membuat ia mencari cara untuk mengatasinya karena tidak adanya dana, maka ia tidak bisa melaksanakan kegiatan. Ia cukup berfikir keras memikirkan masalah ini, karena ini merupakan kendala pertamanya dalam memimpin. Untungnya ada uang sisa dari tahun lalu yang bisa digunakan untuk menutupi semuanya sebelum uang cair disekolah.

Masalah itu baru permulaan, kendala-kendala baru mulai bermunculan yang lebih parah. Ternyata persiapan yang ia dan panitia lakukan belum maksimal, banyak kekurangan. Ia pusing mencari solusi sampai ia lupa akan kesehatannya. Ia sering lupa makan dan selalu tidur di atas jam satu dinihari. Ia lupa makan dan tidak bisa tidur karena memikirkan solusi dari masalah besar yang dihadapinya. Kewajibannya sebagai siswa ikut terganggu, jarang masuk kelas. Kelas dijadikan jadi tempat tidur. Pusing, lelah, dan pengen pergi dari tanggung jawab yang ia rasakan. Ia merasa Allah telah ngujinya di luar batasnya kemampuannya.  

Tapi setiap ia ingin menyerah, selalu ada seseorang yang selalu menyemangati. Orang tersebut adalah Puspa. Puspa adalah sahabanya saat SMP. Saat ini Puspa yang masih sering komunikasi dengannya. “Ayo semangat Dra, masa mau nyerah. Bayangin kalo kamu nyerah, bagaimana dengn rekan-rekan panitia yang lain. Kalo mereka ikut nyerah, kegiatan gagal, nama baik mu rusak dan nama baik rekan-rekan mu ikut rusak. Orang tidak lagi memberikan kamu kepercayaan ke kamu. Iangat kita hidup dimana orang akan lebih mengingat kesalahan daripada kebaikan kita”. Ucapan itu yang menghalanginya untuk menyerah. Ia merasa di tampar dengan ucapan itu Ia pun memutuskan trus maju, walaupun banyak tantangan, ia berkomitmen untuk menjalankan kewajibannya, apapun dan bagaimanapun tantangan yang akan dihadapinya.

Akhirnya setelah berkomitmen, ia melaksanakan kewajibannya sebagai ketua dengan semangat dan ikhlas. Ia mampu mengajak rekan-rekannya untuk tetap semangat dalam melaksanakan tugas. Ia mengatakan ke rekan-rekannya “ingat rekan-rekan sekalian kita telah di berikan kepercayaan oleh sekolah dan teman-teman untuk melaksanakan kegiatan ini.  Saya tau kita semua lelah, tapi ini adalah tanggung jawab yang harus kita selesaikan dengan sebaik mungkin. Keberhasilan kegiatan ini tergantung pada kita. Kalau kita serius, insya allah kegiatan ini akan lancar sesuai yang kita rencanakan. Jadi saya minta ke rekan-rekan sekalian tetap semangat dan dalam menjalankan amanah yang diembankan ini”. Setelah itu semua rekan-rekannya menjadi semangat dalam melaksanakan tugasnya masing-masing.

Ia percaya, setelah selesai dari kegiatan ini ia menjadi seseorang yang lebih baik. Selalu mempertimbangkan keputusan yang akan ia buat dan suatu saat nanti pengalaman ini sangat berguna untuknya. Karena tidak semua orang punya pengalaman dan sanggup menjadi seorang ketua.

 

Penyesuaian


Aku Neisyla, anak ke dua dari tiga bersaudara,anak tengah. Baru-baru  ini bertambah umur menjadi 17 tahun. Bapakku seorang guru dan mamaku seorang wiraswasta, adikku masih smp, kakakku sedang menempuh semester akhir pada jenjang perkuliahan. Sekarang aku sedang menempuh pendidikan pada jenjang sma di Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia Lombok Timur (MAN IC LOTIM) sekolah nomor satu dengan nilai UTBK tertinggi di provinsi nusa tenggara barat.

Sebelumnya aku sekolah di smp swasta tapi berasrama dimana pada sekolah itu tidak terlalu terfokus kepada pelajaran akademik, melainakan lebih terfokus kepada pelajaran agama.  awalnya aku tidak terlalu memikirkannya seperti halnya anak-anak yang lain malah senang jika guru tidak masuk atau jam pelajaran kosong. Tetapi lama kelamaan aku  mulai sadar, bosan, aku sadari aku  tertinggal jauh dari teman-temanku yang ada diluar. Tentu aku mulai khawatir dan pertanyaan pertanyaan mulai muncul dikepalaku “jadi apa aku besok?, apa aku bisa menggapai cita-citaku?” dan masih banyak pertanyaan-pertanyaan yang datang. Aku sudah tertinggal jauh, sangat jauh dari teman-temanku yang diluar, saat itu aku tidak mengerti apa-apa tidak mengerti bahwa semua pasti mengandung hikmah, yang terlintas dikepalaku hanya “jadi apa aku besok?”

.....

Awal tahun 2020

 “bapak udah daftarin di man ic lotim, tesnya bulan februari, siap-siap aja yaa, rajin rajib belajar” aku tentu saja  kaget. Karena disekolahku man ic sangat terkenal dengan prestasi prestasinya yang sampai tingkat nasional bahkan internasional.aku bahkan sampai pesimis dan aku tidak yakin bisa lulus disana. Bayangkan orang sepertiku, akan memasuki sekolah yang terkenal akan prestasi-prestasinya

Pengumuman kelulusan, aku benar-benar tidak mau tahu berita tentang kelulusan itu, penguman online, bapak mengurus semuanya mulai dari mendaftarkan, sampai pengumuman aku minta bapak saja yang melihat pengumuman itu. Alhasil aku  diterima di sekolah yang tidak pernah aku bayangkan sedikitpun akan memasukinya.dan sampai sekarangpun aku masih tidak menyangkan aku masuk dalam keluarga besar MAN IC LOTIM

Kelas 10 aku daring, seperti yang kita tau kenakalan daring pasti ada, beralasan sinyal jelek ternyata ngantuk, tidur. Berasalan sedang diluar rumah, ternyata scroll social media, dan masih banyak alasan lainnya sempat masuk setelah 5 bulan daring. Bertahan 2 bulan, dipulangkan lagi . Terhitung satu tahun kami daring, hampir tidak mengerti apa-apa. Kelas 10 sma ku berjalan begitu-begitu saja,

Awal kelas 11 kami diberikan belajar tatap muka

Insecure, kata pertama yang menggambarkan diriku  ketika sudah menjadi keluarga besar man ic lotim. Bagaimana tidak siswa-siswi atau teman teman sekelasku mempunyai dasar yang hebat, lulusan sekolah sekolah menengah pertama hebat. Berbeda denganku, sangat kesulitan untuk menyesuaikan pengetahuan yang ada pada diriku dan pengetahuan apa yang akan aku dapatkan hari ini dan seterusnya.

“bagaimana ini? Aku tertinggal,” dalam hati terus berkata seperti itu, merasakan itu setiap hari. Aku sadari, selain pengetahuan dasar tentang akademikku yang kurang, saat daring kelas 10, aku tidak memanfaatkan waktuku sebaik baiknya, tugas sering dilalaikan, waktu luang sering digunakan untuk mengerjakan pekerjaan yang tidak bermanfaat. Tidur, scroll sosial media, banyak sekali waktu yang terbuang sia-sia. Padahal waktu yang sangat banyak itu bisa digunakan untuk belajar, memahami pelajaran-pelajaran yang sulit dipahami. Pada saat belajar tatap muka pun, pada beberapa pelajaran aku harus menonton video pembelajaran agar bisa memahami dengan maksimal. Entah itu otakku yang sulit menerima penjelasan, atau penjelasannya yang kurang jelas. Bukan hanya aku tema-temanku yang lain juga begitu, menoton video pada beberapa pelajaran.

Menurutku, dalam fikiranku, aku kesulitan memahami pelajaran akademik. Terlebih lagi pelajaran eksak, tidak semua, ada bebarapa yang menurutku sulit untuk dipahami, mungkin saja teman-temanku befikir hal yang sama. Ujianpun sangat bersyukur jika nilaiku diatas rata-rata. putus asa, sampai aku rasa aku tidak mampu untuk menyesuaikan diri. Aku lupa tidak semua harus pintar dibidang ini, tapi aku tau aku harus tetap berusaha semaksimal, hampir menyerah merasa tidak mampu dikelilingi orang-orang hebat.

…..

“Semua orang punya kemampuan masing-masing”. Banyak sekali kata-kata orang yang membuatku sadar bahwa orang orang memang mempunyai kelebihan masing masing.

Guru sekaligus orang tua asuhku pernah bilang “ semua orang sukses pada bidangnya masng-masing, mungkin kamu gak sukses disini, tapi kamu sukses dibidang ini. Allah maha adil”. Memang benar, ada bidang yang aku sukai, dan aku rasa aku mampu dalam bidang itu. Bukan berarti aku tidak mau belajar lagi pelajaran yang aku sulit pahami. Aku tetap belajar, tetap berusaha semampuku.

Bapakku juga bilang “ bapak nggak sekolahin kamu biar kamu jadi juara satu di kelas, bukan. bapak nggak pernah nuntut kamu harus juara satu dibidang ini, dibidang itu, bapak sekolahin biar rajin ibadah. Terlebih lagi bapak masukin di asrama, tapi jangan lupa rajin belajar dong”. Aku sempat berfikir, itulah sebabnya aku sejak sekolah menengah pertama di sekolahkan di asrama. Tapi bukan berarti aku tidak mau lagi belajar pelajaran akademik khususnya eksak, setelah aku mendengar orang-orang baik di sekelilingku, selain itu aku berada di lingkungan yang positif. Mulai dari teman-teman, guru-guru, pembina asrama, membuatku semakin giat belajar. Aku juga pernah dengar, Allah itu pada prasangka hambanya, jika aku berprasangka aku akan sulit memahami, maka tentu akan sulit. Tapi jika aku berprasangka itu mudah, dan bisa aku lakukan, maka tentu bisa ku lakukan.

Sesorang pernah berkata, dengan perkataan yang sedikit menggetarkan jiwa “ bayangin besok kita mati. Apa yang pertama kali terlintas di otak kita?” tentu dosa jawabku dalam hati. “saya punya tantangan, kali ini tantangannya bukan menjadi juara satu pada bidang matematika, fisika, kimia, ataupun biologi. Kali ini tantangannya adalah menjadi nomor satu hamba yang mengingan Tuhan-Nya” sahutnya. Saya sadar Allah maha adil, Allah sudah membuat takdir manusia jauh-jauh hari sebelum diciptakan-Nya, hanya saja kita sebagai hamba hanya perlu ikhtiar berdoa dan tawakkal kepada-Nya. Tapi bukan berarti meninggalkan dunia, aku berfikir bekerja untuk duniaku, seakan aku hidup selamanya. Dan bekerja untuk akhiratku, seakan aku mati besok.

Setelah mendengar perkataan-perkataan yang membuat jiwaku tersadar dari itu aku belajar mungkin saja aku kurang ikhtiar, mungkin saja aku kurang banyak berdoa. Padahal sudah kita ketahui, kita minta seberapa banyakpun kepada Allah tidak akan mengurangi sedikit dari apa yang dimiliki-Nya.

** Selesai **

 

 

Proposal Penelitian

 

PENGARUH PUASA SENIN KAMIS

TERHADAP KESEHATAN MENTAL SISWA

MAN INSAN CENDEKIA LOMBOK TIMUR

SEMESTER GANJIL 2021/2022

 

1.      LATAR BELAKANG

Puasa merupakan salah satu ibadah yang penting dijalankan bagi setiap umat muslim di dunia. Hal ini sudah tetapkan di dalam Al-Quran surah Al-Baqarah ayat 183 :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Artinya :

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”(QS.Al-Baqarah : 183)

Di saat ini, banyak diantara orang yang menjalankan ibadah puasa yang hanya mendapatkan rasa lapar dan haus, padahal Allah SWT memerintahkan umatnya untuk melaksanakan puasa bukan semata-mata hanya sebagai bentuk ketaqwaan kepada Allah, melainkan di dalam ibadah puasa tersebut terkandung berbagai manfaat didalamnya, seperti puasa sebagai alternatif terapi yang diberikan oleh Allah SWT dalam menjaga dan memperkuat kesehatan fisik dan mental.

Kesehatan mental adalah kondisi atau keadaan mental yang sehat serta terwujudnya keharmonisan yang sungguh-sungguh antara fungsi jiwa untuk mengahadapi segala masalah. Kesehatan mental perlu dijaga dan dilatih khususnya para pelajar yang menjalani hari-hari melelahkan, dari awal pagi ke madrasah untuk menuntut ilmu dan mengikuti beberapa kegiatan tambahan. Akan tetapi, banyak dari siswa MAN Insan Cendekia Lombok Timur masih belum melaksanakan rutinitas puasa senin-kamis ini dengan baik, padahal dengan besarnya manfaat yang didapatkan dari puasa ini.

Hubungan puasa dan kesehatan mental ini merupakan hal yang menarik untuk diteliti karena adanya hubungan dalam menjaga kesehatan mental dan menjalan ibadah puasa. Fathanah & Anna (2011) menyatakan bahwa puasa sunah sangatlah baik dan dapat merubah sifat hidup. Puasa membentuk akhlak yang baik seperti rendah diri, tidak sombong, tidak riya', saling membantu, menghormati antar sesama, terjaga jiwanya, emosi lebih terkendali, pikiran lebih tenang, tubuhnya menjadi lebih sehat dan memiliki sifat kedermawanannya sangat tinggi. Rutin berpuasa juga dapat mengendalikan diri.  

Zakiah Daradjat (1995:78) mengatakan, pelaksanaan agama dalam kehidupan sehari-hari dapat membentengi seseorang dari gangguan jiwa (mental) dan dapat pula mengembalikan jiwa bagi orang yang gelisah. Karena kegelisan dan kecemasan yang tidak berujung pangkal itu, pada umumnya berakar dari kesedihan dan kekecewaan, sedangkan agama bisa menolong seseorang untuk menerima kekecewaan sementara dengan jalan memohon ridla Allah dan terbayangkan kebahagian yang akan dirasakan di kemudian hari.

Oleh karena itu, penulis tertarik untuk melakukan penelitian mengenai “Pengaruh Puasa Senin-Kamis Terhadap Kesehatan Mental Siswa MAN  Insan Cendekia Lombok Timur Semester Ganjil 2021/2022”.

2. RUMUSAN MASALAH

2.1  Bagaimana pengaruh puasa Senin-Kamis terhadap kesehatan mental siswa MAN Insan Cendekia Lombok Timur ?

3. TUJUAN PENELITIAN

3.1 Untuk mengetahui pengaruh Puasa Senin-Kamis terhadap Kesehatan Mental Siswa MAN Insan Cendekia Lombok Timur

 

4. MANFAAT PENELITIAN

A.    MANFAAT TEORITIS

1.    Sebagai khazanah dan informasi terkait pengaruh Puasa Senin-Kamis terhadap kesehatan mental siswa Man Insan Cendekia Lombok Timur.

2.    Sebagai dasar dan teori untuk memotivasi Siswa untuk menjaga kesehatan mental dengan membiasakan Puasa Senin-Kamis.

B.     MANFAAT PRAKTIS

1.      Bagi Penulis

Dapat dijadikan acuan dan wawasan bagi penulis sendiri  terkait pengaruh puasa senin-kamis terhadap kesehatan mental siswa Man Insan Cendekia Lombok Timur.

2.      Bagi Madrasah

Dapat memberikan informasi mengenai pengaruh puasa senin-kamis terhadap kesehatan mental siswa Man Insan Cendekia Lombok Timur sebagai acuan dan pertimbangan untuk melaksanakan program puasa sunnah untuk menjaga kesehatan mental siswa.

3.      Bagi Siswa

Dapat menambah wawasan bagi siswa terkait pengaruh puasa sunnah terhadap kesehatan mental dan menjadi kebiasaan baik untuk dilaksanakan.

4.         Bagi Peneliti lain

Dapat sebagai refresensi untuk penelitian sejenis dan menambah wawasan tentang pengaruh puasa sunnah terhadap kesehatan mental siswa Man Insan Cendekia Lombok Timur.

5.  LANDASAN TEORI

A.    DEFINISI ISTILAH DAN TEORI

1.      Puasa Senin-Kamis

a.      Definisi Rutinitas

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, rutinitas dapat diartikan sebagai prosedur yang teratur, menjadikan rutin, konsisten dan hal yang dibiasakan.

Adapun menurut Poerwadarminta (2006:999) rutinitas berasal dari kata “rutin” dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia, memiliki dua makna yaitu pertama, kecakapan (kepandaian) yang diperoleh karena telah kerap kali melakukan; kedua, kebiasaan; apa-apa yang bisa dilakukan.

Sehingga dapat disimpulkan rutinitas adalah ketaatan dalam melakukan kegiatan secara berulang-ulang dan konsisten.

b.      Definisi Puasa

Puasa menurut MUI dalam bahasa Arab disebut al-shaum yang berarti menahan (imsak). Sedangkan secara terminologis, puasa adalah suatu ibadah yang diperintahkan Allah kepada hamba-Nya yang beriman dengan cara mengendalikan diri dari syahwat makan, minum, dan hubungan seksual serta perbuatan-perbuatan yang merusak nilai puasa pada waktu siang hari sejak terbit fajar sampai terbenam matahari.                 Adapun pengertian puasa menurut istilah syariat adalah mencegah diri dari segala hal yang membatalkan puasa dari terbitnya fajar hingga terbenam matahari dengan niat beribadah kepada Allah SWT. (Sulaiman Rasjid, 2013:220)

f. Keutamaan Puasa Senin-Kamis

Puasa Senin-Kamis adalah salah satu puasa sunnah yang dikerjakan pada hari Senin dan Kamis. Adapun tata cara pelaksanaannya sama dengan puasa yang lainnya. Puasa ini merupakan salah satu puasa yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW,sebagaimana diterangkan dalam beberapa hadist sebagai berikut,

 

حَدَّثَنَا أَبُو حَفْصٍ عَمْرُو بْنُ عَلِيٍّ الْفَلَّاسُ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ دَاوُدَ عَنْ ثَوْرِ بْنِ يَزِيدَ عَنْ خَالِدِ      بْنِ مَعْدَانَ عَنْ رَبِيعَةَ الْجُرَشِيِّ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَحَرَّى صَوْمَ الِاثْنَيْنِ وَالْخَمِيسِ

 

Abu Hafsh Amr bin Ali Al Fallas menceritakan kepada kami, Abdullah bin Daud memberitahukan kepada kami dari Tsaur bin Yazid, dari Khalid bin Ma'dan, dari Rabi'ah Al Jurasyi, dari Aisyah, ia berkata,
"Nabi SAW bersungguh-sungguh (senantiasa) untuk berpuasa pada hari Senin dan Kamis." Shahih: Ibnu Majah (1739)


حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى حَدَّثَنَا أَبُو عَاصِمٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ رِفَاعَةَ عَنْ سُهَيْلِ بْنِ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ تُعْرَضُ الْأَعْمَالُ يَوْمَ الِاثْنَيْنِ وَالْخَمِيسِ فَأُحِبُّ أَنْ يُعْرَضَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ

 

Muhammad bin Yahya menceritakan kepada kami, Abu Ashim memberitahukan kepada kami dari Muhammad bin Rifa'ah, dari Suhail, dari Abu Shalih, dari ayahnya, dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW bersabda,
"Amal perbuatan diangkat pada hari Senin dan Kamis, sehingga aku senangjika amalku diangkat ketika aku sedang berpuasa. " Shahih: Takhrij Al Misykah (2056), Ta'liq Ar-Raghib (84/2), dan Irwa Al Ghalil (949)

Dari beberapa penjelasan hadist tersebut, dapat disimpulkan bahwa Puasa Senin-Kamis merupakan puasa yang sangat dianjurkan oleh nabi Muhammad SAW karena memilki beberapa keutamaan, diantaranya :

a.       Hari Diturunkannya Al-Qur’an

b.      Hari diperlihatkan dan Periksa amal perbuatan

c.       Pintu-Pintu surga dibuka pada hari Senin dan Kamis

d.      Hari yang disukai Nabi Muhammad SAW untuk berpuasa

e.       Kebanyakan perjalanan (safar) Nabi Muhammad SAW pada hari Senin dan Kamis (El- Hamdy. 2010: 68)

Adapun beberapa manfaat puasa untuk Kesehatan, sebagai berikut :

a.       Menjaga berat badan ideal

b.      Mencegah penyakit

c.       Mengobati penyakit

d.      Mempertajam kecerdasan

e.       Awet muda dan makin menawan

f.        Memberikan ketenangan jiwa

g.      Obat stress dan gangguan jiwa lainnya

h.      Membuka pintu kemudahan dan melapangkan rezeki

i.        Dimudahkan mendapatkan jodoh

j.        Menjaga keharmonisan keluarga

k.      Mencegah dan mengatasi kenakalan remaja

l.        Mendidik kedisiplinan

m.    Melatih kesabaran dan menahan amarah

n.      Mendidik kedisiplinan

o.      Menanamkan keshalehan sosial (El-hamdy, 2010 : 136)

2. Kesehatan Mental

a. Definisi Kesehatan Mental

Secara etimologi, kata “mental” berasal dari kata latin, yaitu “mens” atau “mentis” artinya roh, sukma, jiwa, atau nyawa. Di dalam bahasa Yunani, kesehatan terdapat dalam kata hygiene, yang berarti ilmu kesehatan. Maka kesehatan mental merupakan bagian dari hygiene mental (ilmu kesehatan mental).(Yusak Burhanuddin, 1999:9).

Menurut Sias (2006), mendefinisikan kesehatan mental mental, sangat dipengaruhi oleh kultur dimana seseorang tersebut tinggal. Apa yang boleh dilakukan dalam suatu budaya tertentu, bisa saja menjadi hal yang aneh dan tidak normal dalam budaya lain, dan demikian pula sebaliknya.

a.        Jenis-jenis mental

Terdapat 2 jenis mental yang dimiliki manusia, yakni mental yang sakit dan mental yang sehat:

1.      Mental yang sakit, memiliki berbagai karakter, sebagai berikut:

a.       Mental (jiwa) yang selalu menggerakkan kearah positif tapi pada sisi lain ingin kearah negatif.

Keadaan ini seperti akan dipenuhi dengan rasa penuh kebimbangan dan kebingungan dikarenakan kotornya hati yang ada di dalam dirinya.

b.      Memandang sesuatu yang tercela itu baik

Manusia kehilangan akal baiknya karena godaan nafsu sehingga suatu perbuatan yang jelas-jelas buruk atau tercela dianggap baik.

c.       Senang menumpahkan darah

Manusia akan kehilangan sehatnya karena himpitan ekonomi dan beban permasalahan. Hal ini terlihat ketika menyikapi permasalahan dengan terasa ringan dan tanpa beban langsung melakukan jalan pintas dengan membunuh orang yang dianggap sebagai sumber permasalahan tersebut.

d.      Merasa was-was

Ketidakyakinan seseorang akan kekuasaan dan kebesaran Allah SWT menjadikan orang tersebut sakit mentalnya, merasa selalu was-was baik dalam berusaha maupun mengharap hasil dari usahanya.

e.       Merasa dirinya tidak mampu

Orang yang sakit mentalnya akan merasa bahwa dirinya akan gagal dan takut untuk mencoba lagi, walaupun baru sekali ia mengalami kegagalan, karena Allah telah mencabut keberkahan yang ada didalam dirinya.

f.        Mempunyai sifat kikir

g.      Membuat kerusakan dan malapetaka

h.      Lebih tertarik dengan materi

i.        Menzalimi diri-sendiri

j.        Tersiksa dengan sakaratul maut

2.      Mental (jiwa) yang sehat, memiliki beberapa ciri sebagai berikut :

a.       Menyaksikan dan mengimani ketuhanan Allah SWT

b.      Merasa tenang

c.       Selalu mengingat Allah SWT

d.      Memotivasi orang lain untuk berbuat kebaikan

e.       Dalam bimbingan Allah SWT

f.        Bertanggung jawab setiap apa yang diperbuat

g.      Mewarisi potensi kenabian (Winarno, 2013: 33)

B.     HASIL KAJIAN YANG RELEVAN SEBELUMNYA

1.      Penelitian Ratu Badriatul Munawwaroh

Penelitian munawwaroh yang berjudul “ Pengaruh Puasa terhadap Kesehatan Mental” yang dilakukan di MAN 2 Kota Cilegon pada tahun 2019.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif korelasional, dengan teknik pengumpulan data observasi, angket, dan dokumentasi. Kesimpulan yang diperoleh dari hasil penelitian ini adalah : berdasarkan hasil analisis korelasi dengan menggunakan product moment (rxy) diperoleh nilai korelasi sebesar 0,99. berada antara (0,80-1,000). Hal ini menunjukan bahwa antara puasa dengan kesehatan mental siswa terdapat korelasi yang sangat kuat atau sangat baik. Adapun kontribusi Puasa (Variabel X) dengan kesehatan mental siswa (Variabel Y) sebesar 98,01% pengaruh puasa terhadap kesehatan mental siswa. Sedangkan sisanya 1,99% yang dipengaruhi oleh faktor lain yang dapat diteliti kembali

2.      Penelitian Nur Asri’ul Chusna

Penelitian nur asri’ul cusna yang berjudul “Pengaruh Rutinitas melaksanakan Puasa Senin-Kamis terhadap Kesehatan Mental Santri Pondok Pesantren Modern  Bina Insani  Susukan  Semarang Tahun 2016”.

Penelitian ini menghasilkan temuan bahwa (1) Variabel rutinitas melaksanakan puasa senin kamis dari 80 responden yang berada dalam kategori baik sebanyak 57 santri atau 71,25%, adapun dengan kategori sedang sebanyak 23 santri atau 28,75%, dan dalam kategori sedang atau kurang baik sebanyak 0%. (2) Variabel kesehatan mental santri dari 80 responden yang berada dalam kategori baik sebanyak 67 santri atau 83,75%, adapun dalam kategori sedang sebanyak 13 santri atau 16,25%, dan dalam kategori sedang atau kurang baik ada 0%. (3) Dari hasil perhitungan korelasi product moment menghasilkan r hitung sebesar 0,275. Kemudian langkah mengkonsultasikan r hitung dengan r tabel, harga r tabel untuk jumlah responden 80 dan signifikan pada taraf kepercayaan 5% adalah 0,143. Dari uraian di atas terlihat bahwa harga rxy hitung lebih besar dari rxy tabel signifikan pada taraf kepercayaan 5%. Berdasarkan analisis tersebut, maka dapat diambil kesimpulan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pengaruh rutinitas melaksanakan puasa senin kamis terhadap kesehatan mental santri Pondok Pesntren Modern Bina Insani Susukan.

7. METODOLOGI PENELITIAN

A.    WAKTU PENELITIAN

Penelitian ini akan dilaksanakan bulan  Oktober 2021

B.     TEMPAT PENELITIAN

Penelitian ini akan dilaksakan di Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia Lombok Timur.

C.     OBJEK PENELITIAN

Objek pada penelitian ini adalah Siswa kelas  XI IPA 1 MAN Insan Cendekia Lombok Timur.

D.    METODE PENGUMPULAN DATA PENELITIAN

Metode pengumpulan data penelitian yang dilakukan penulis pada penelitian ini adalah angket (kuesioner) dan dokumentasi.

1.      Metode Angket atau Kuesioner

Kuesioner adalah tehnik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang efisien bila peneliti tahu dengan pasti variabel yang akan diukur dan tahu apa yang bisa diharapkan dari respnden (Sugiyono, 2012: 199).

Metode ini digunakan untuk mengungkap dua data yaitu data tentang rutinitas puasa Senin Kamis dan kesehatan mental siswa kelas 11 IPA 2 MAN Insan Cendekia Lombok Timur.

2.      Metode Dokumentasi

Metode dokumentasi yaitu mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, legger, agenda, dan sebagainya (Arikunto, 2006:231).

Metode ini digunakan untuk mencatat daftar siswa kelas XI IPA 2 yang akan ikut mengisi kuisioner angket.

3.      Metode Observasi

Menurut Sutrisno Hadi, metode observasi adalah metode pengumpulan data dengan cara pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap fenomena-fenomena yang sedang diselidiki.

Observasi adalah kemampuan seseorang untuk menggunakan pengamatannya melalui hasil kerja pancaindra mata serta dibantu dengan pancaindra lainnya (pengamatan langsung). (Burhan Bungin, 2014:143)

Metode ini digunakan untuk mengamati pengaruh rutinitas puasa Senin-Kamis terhadap Kesehatan Mental siswa kelas 11 IPA 2 MAN Insan Cendekia Lombok Timur.

E.     METODE ANALISIS DATA

Menurut Bogdan dan Bigliklin (dalam Moleong.2008: 248), analisis data adalah upaya yang dilakukan dengan jalan bekerja dengan data, mengorganisasikan data, memilah-milahnya menjadi satuan yang dapat dikelola, mensintesiskannya, mencari dan menemukan pola, menemukan apa yang penting dan apa yang dipelajari, dan memutuskan apa yang dapat diceritakan kepada orang lain.

Dalam menganalisa data yang terkumpul, penulis menggunakan metode analisis data sebagai berikut :

 

1.      Uji Validitas

Hasil penelitian yang valid bila terdapat kesamaan antara data yang terkumpul dengan data yang sesungguhnya terjadi pada obyek yang diteliti. Instrumen yang valid berarti alat ukur yang digunakan untuk mendapat data (mengukur itu valid). Valid berarti instrumen itu dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur. (Sugiyono, 2015 : 172).

Untuk menghitung validitas tiap butir soal, digunakan rumus korelasi Product Momment yang ditemukan oleh pearson.

 

Keterangan :

Rxy = Koefisien Korelasi

Xy   = Perkalian antara X dan Y

N = Jumlah Sampel

X = Variabel x

Y = Variabel y

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto Suharsimi, (2010). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktis, Jakarta: Rineka Cipta

Bungin, B. (2005). Metode Penelitian Kuantitatif. Jakarta: Kencana Prenadamedia Group.

Daradjat, Z. (1975). Kesehatan Mental. Jakarta: PT GUNUNG AGUNG

El- Hamdy, Ubaydurrahim. 2010. Rahasia Kedahsyatan Puasa Senin Kamis. Jakarta: PT. Wahyu Media.

Fathonah dan Anna, D.N. (2011). Hubungan Rutinitas Puasa Senin Kamis Terhadap Pengendalian Diri (Studi Pada Santriwati Pondok Pesantren Al-Manar Bener Tengaran Semarang Tahun 2011). Skripsi.

Hadi Sutrisno. (2000). Metodologi Research Jilid 2. Yogyakarta: ANDI

Munawwaroh, Ratu Badriatul. (2019) “Pengaruh Puasa Terhadap Kesehatan Mental Siswa” (Skripsi, Program Sarjana, UIN Sultan Maulana Hasanuddin, Banten.

MUI DKI Jakarta. (2006) Tuntunan Ibadah di Bulan Ramadhan, Jakarta. Diakses pada July 24, 2021

Nur Asri‟ul, Chusna. (2017) “Pengaruh Rutinitas Melaksanakan Puasa Senin Kamis Terhadap Kesehatan Mental Santri Pondok Pesantren Modern Bina Insani Susukan Kabupaten Semarang” (Skripsi, Program Sarjana, IAIN Salatiga, Semarang,

Poerwadarminto.(2006). Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Pusat Bahasa,(2008) Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama,

Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R& D. Bandung : Alfabeta.

Winarno. (2013). Hidup Sehat dengan Puasa . Yogyakarta: Graha Ilmu.

https://enjoyquran.org/tirmidzi-hadits/454, Diakses pada 19 July 2021

Penelitian Kualitatif

1. Pengertian Penelitian Kualitatif Penelitian kualitatif adalah pendekatan ilmiah yang digunakan untuk memahami makna, realitas sosial, a...