Sabtu, 17 September 2022

Akhilendra


Malam minggu telah tiba, malam yang merdeka untuk seluruh siswa. Yang mereka pikirkan hanyalah bersenang-senang. Tidak dengan si Akhilendra, salah satu siswa yang paling sibuk di Sekolah. Ia mengikuti organisasi dan banyak ekstrakurilkuler. Setiap hari dia disibukkan dengan Organisasi dan Ekstrakulikuler. Saking sibuknya kadang dia lupa akan kewajiban utamanya sebagai siswa yaitu belajar. Disaat orang-orang  bersenang-senang di malam minggu. Ia harus mengikuti rapat dengan organisasinya membahas tentang kegiatan yang akan dilaksanakan untuk bulan depan.

Nah, keputusan dalam rapat, ia mendapat kepercayaan sebagai ketua pelaksana untuk kegiatan tersebut. Awalnya ia menolak, karena ia merasa dirinya tidak sanggup sebagai ketua. Ia merasa belum punya banyak pengalaman. Tapi teman-temannya meyakinkannya untuk menjadi ketua. Dengan setengah hati ia menerimanya dengan syarat teman-temannya harus membantunya dalam mensukseskan kegiatan tersebut. Kemudian ia menyusun kepanitiaan untuk kegiatan yang akan dilaksanakan, didampingi oleh salah seorang temannya yang bernama Rayadinata. Rayadinata memiliki beberapa pengalaman dalam melaksanakan kegiatan. Oleh karena itu, ia mengajak Rayadinata untuk membantunya dalam menyusun kepanitiaan.

Esok harinya Akhilendra mengajak rekan-rekan panitia untuk rapat membahas konsep untuk kegiatan yang akan dilaksanakan. Ia dengan percaya diri membuka rapat dan memulai diskusi tentang konsep kegiatan. Setelah sekian lama berdiskusi, keputusan sudah ditemukan. Selanjutnya Antasena menyuruh sekretaris menyusun proposal kegiatan untuk meminta dana kei sekolah. Dan menyusun rencana kegiatan dengan panitia yang lain supaya kegiatan berjalan lancar.

Awalnya semua rencana berjalan lancar, tapi tidak dengan dana. Dana dari sekolah belum cair. Hal ini membuat ia mencari cara untuk mengatasinya karena tidak adanya dana, maka ia tidak bisa melaksanakan kegiatan. Ia cukup berfikir keras memikirkan masalah ini, karena ini merupakan kendala pertamanya dalam memimpin. Untungnya ada uang sisa dari tahun lalu yang bisa digunakan untuk menutupi semuanya sebelum uang cair disekolah.

Masalah itu baru permulaan, kendala-kendala baru mulai bermunculan yang lebih parah. Ternyata persiapan yang ia dan panitia lakukan belum maksimal, banyak kekurangan. Ia pusing mencari solusi sampai ia lupa akan kesehatannya. Ia sering lupa makan dan selalu tidur di atas jam satu dinihari. Ia lupa makan dan tidak bisa tidur karena memikirkan solusi dari masalah besar yang dihadapinya. Kewajibannya sebagai siswa ikut terganggu, jarang masuk kelas. Kelas dijadikan jadi tempat tidur. Pusing, lelah, dan pengen pergi dari tanggung jawab yang ia rasakan. Ia merasa Allah telah ngujinya di luar batasnya kemampuannya.  

Tapi setiap ia ingin menyerah, selalu ada seseorang yang selalu menyemangati. Orang tersebut adalah Puspa. Puspa adalah sahabanya saat SMP. Saat ini Puspa yang masih sering komunikasi dengannya. “Ayo semangat Dra, masa mau nyerah. Bayangin kalo kamu nyerah, bagaimana dengn rekan-rekan panitia yang lain. Kalo mereka ikut nyerah, kegiatan gagal, nama baik mu rusak dan nama baik rekan-rekan mu ikut rusak. Orang tidak lagi memberikan kamu kepercayaan ke kamu. Iangat kita hidup dimana orang akan lebih mengingat kesalahan daripada kebaikan kita”. Ucapan itu yang menghalanginya untuk menyerah. Ia merasa di tampar dengan ucapan itu Ia pun memutuskan trus maju, walaupun banyak tantangan, ia berkomitmen untuk menjalankan kewajibannya, apapun dan bagaimanapun tantangan yang akan dihadapinya.

Akhirnya setelah berkomitmen, ia melaksanakan kewajibannya sebagai ketua dengan semangat dan ikhlas. Ia mampu mengajak rekan-rekannya untuk tetap semangat dalam melaksanakan tugas. Ia mengatakan ke rekan-rekannya “ingat rekan-rekan sekalian kita telah di berikan kepercayaan oleh sekolah dan teman-teman untuk melaksanakan kegiatan ini.  Saya tau kita semua lelah, tapi ini adalah tanggung jawab yang harus kita selesaikan dengan sebaik mungkin. Keberhasilan kegiatan ini tergantung pada kita. Kalau kita serius, insya allah kegiatan ini akan lancar sesuai yang kita rencanakan. Jadi saya minta ke rekan-rekan sekalian tetap semangat dan dalam menjalankan amanah yang diembankan ini”. Setelah itu semua rekan-rekannya menjadi semangat dalam melaksanakan tugasnya masing-masing.

Ia percaya, setelah selesai dari kegiatan ini ia menjadi seseorang yang lebih baik. Selalu mempertimbangkan keputusan yang akan ia buat dan suatu saat nanti pengalaman ini sangat berguna untuknya. Karena tidak semua orang punya pengalaman dan sanggup menjadi seorang ketua.

 

Penelitian Kualitatif

1. Pengertian Penelitian Kualitatif Penelitian kualitatif adalah pendekatan ilmiah yang digunakan untuk memahami makna, realitas sosial, a...