Selasa, 11 Agustus 2020

Teks Laporah Hasil Observasi

           Sebuah laporan hasil observasi dapat disajikan dalam bentuk teks tertulis maupun teks lisan. Kamu sering melakukan observasi atau pengamatan, tetapi belum memahami cara menyusun teks laporannya dengan baik. Untuk itu, kamu perlu memerhatikan penyusunan laporan hasil observasi yang kamu dengar atau kamu baca dari media televisi, koran, majalah, atau internet.

A. Pengertian, Ciri-Ciri, Sifat, dan Contoh Teks Laporan Hasil Observasi

1. Pengertian Teks Laporan Hasil Observasi

        Teks laporan hasil observasi adalah teks yang berisi penjabaran umum mengenai sesuatu yang didasarkan pada hasil kegiatan observasi/pengamatan. Kegiatan observasi merupakan kegiatan pengumpulan data atau informasi melalui pengamatan langsung atau peninjauan secara cermat di lapangan atau lokasi.

2. Ciri-Ciri Teks Laporan Hasil Observasi

    Teks laporan hasil observasi memiliki ciri-ciri yang membedakannya dengan teks lain.

    1. Bersifat objektif, global, dan universal

    2. Objek yang dibicarakan atau dibahas adalah tunggal

    3. Ditulis secara lengkap dan sempurna

    4. Ditulis berdasarkan fakta sesuai dengan pengamatan yang dilakukan

    5. Informasi teks merupakan hasil penelitian terkini yang terbukti kebenarannya

    6. Tidak mengandung prasangka, dugaan, atau pemihakan yang menyimpang atau tidak tepat

    7. Saling berkaitan dengan hubungan berjenjang antara kelas dan subkelas yang terdapat di dalamnya 
 

3. Sifat Teks Laporan Hasil Observasi

        Sifat teks laporan hasil obseervasi sebagai berikut:

    1. Informatif

    2. Komunikatif

    3. Objektif

 

4. Contoh Teks Laporan Hail Observasi

                                                                        Wayang
    Wayang adalah seni pertunjukan yang telah ditetapkan sebagai warisan budaya asli Indonesia. UNESCO, lembaga yang mengurusi kebudayaan dari PBB, pada 7 November 2003 menetapkan wayang sebagai pertunjukan bayangan boneka tersohor berasal dari Indonesia. Wayang merupakan warisan mahakarya dunia yang tidak ternilai dalam seni bertutur (Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity).

    Para wali songo, penyebar agama Islam di Jawa sudah membagi wayang menjadi tiga. Wayang kulit di Timur, wayang wong atau wayang orang di Jawa Tengah, dan wayang golek atau wayang boneka di Jawa Barat. Penjenisan tersebut disesuaikan dengan penggunaan bahan wayang. Wayang kulit dibuat dari kulit hewan ternak, misalnya kulit kerbau, sapi, atau kambing. Wayang wong berarti wayang yang ditampilkan atau diperankan oleh orang. Wayang golek adalah wayang yang menggunakan boneka kayu sebagai pemeran tokoh. Selanjutnya, untuk mempertahankan budaya wayang agar tetap dicintai, seniman mengembangkan wayang dengan bahan-bahan lain, antara lain wayang suket dan wayang motekar.

    Wayang kulit dilihat dari umur, dan gaya pertunjukannya pun dibagi lagi menjadi bermacam jenis. Jenis yang paling terkenal, karena diperkirakan memiliki umur paling tua adalah wayang purwa. Purwa berasal dari bahasa Jawa, yang berarti awal. Wayang ini terbuat dari kulit kerbau yang ditatah, dan diberi warna sesuai kaidah pulasan wayang pendalangan, serta diberi tangkai dari bahan tanduk kerbau bule yang diolah sedemikian rupa dengan nama cempurit yang terdiri atas tuding dan gapit.

    Wayang wong (bahasa Jawa yang berarti ‘orang’) adalah salah satu pertunjukan wayang yang diperankan langsung oleh orang. Wayang orang yang dikenal di suku Banjar adalah wayang gung, sedangkan yang dikenal di suku Jawa adalah wayang topeng. Wayang topeng dimainkan oleh orang yang menggunakan topeng. Wayang tersebut dimainkan dengan iringan gamelan dan tari-tarian. Perkembangan wayang orang pun saat ini beragam, tidak hanya digunakan dalam acara ritual, tetapi juga digunakan dalam acara yang bersifat menghibur.

    Selanjutnya, jenis wayang yang lain adalah wayang golek yang mempertunjukkan boneka kayu. Wayang golek berasal dari Sunda. Selain wayang golek Sunda, wayang yang terbuat dari kayu adalah wayang menak atau sering juga disebut wayang golek menak karena cirinya mirip dengan wayang golek. Wayang tersebut kali pertama dikenalkan di Kudus. Selain golek, wayang yang berbahan dasar kayu adalah wayang klithik. Wayang klithik berbeda dengan golek. Wayang tersebut berbentuk pipih seperti wayang kulit. Akan tetapi, cerita yang diangkat adalah cerita Panji dan Damarwulan. Wayang lain yang terbuat dari kayu adalah wayang papak atau cepak, wayang timplong, wayang potehi, wayang golek techno, dan wayang ajen.

    Perkembangan terbaru dunia pewayangan menghasilkan kreasi berupa wayang suket. Jenis wayang ini disebut suket karena wayang yang digunakan terbuat dari rumput yang dibentuk menyerupai wayang kulit. Wayang suket merupakan tiruan dari berbagai fgur wayang kulit yang terbuat dari rumput (bahasa Jawa: suket). Wayang suket biasanya dibuat sebagai alat permainan atau penyampaian cerita pewayangan kepada anak-anak di desa-desa Jawa.

    Dalam versi lebih modern, terdapat wayang motekar atau wayang plastik berwarna. Wayang motekar adalah sejenis pertunjukan teater bayang-bayang atau serupa wayang kulit. Namun, jika wayang kulit memiliki bayangan yang berwarna hitam saja, wayang motekar menggunakan teknik terbaru hingga bayang-bayangnya bisa tampil dengan warna-warni penuh. Wayang tersebut menggunakan bahan plastik berwarna, sistem pencahayaan teater modern, dan layar khusus.

    Semua jenis wayang di atas merupakan wujud ekspresi kebudayaan yang dapat dimanfaatkan dalam berbagai kehidupan antara lain sebagai media pendidikan, media informasi, dan media hiburan. Wayang bermanfaat sebagai media pendidikan karena isinya banyak memberikan ajaran kehidupan kepada manusia. Pada era modern ini, wayang juga banyak digunakan sebagai media informasi. Ini antara lain dapat kita lihat pada pagelaran wayang yang disisipi informasi tentang program pembangunan seperti keluarga berencana (KB), pemilihan umum, dan sebagainya.Yang terakhir, meski semakin jarang, wayang masih tetap menjadi media hiburan.
 

Pertanyaan

1. Informasi apa saja yang disampaikan dalam teks tersebut?
2. Mengapa wayang ditetapkan sebagai mahakarya dunia?
3. Ada berapa jenis wayang berdasarkan bahan pembuatannya?
4. Apa manfaat wayang bagi pengembangan warisan budaya?

5. Tulislah ide pokok paragraf satu dan dua!
 

B. Interpretasi Teks Laporan Hasil Observasi

    Arti kata interpretasi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah pemberian kesan, pendapat atau pandangan, teoretis terhadap sesuatu. Pencapaian interpretasi yang optimal bergantung pada kecermatan dan ketajaman penafsir. Karena bahasa merupakan media tanpa batas.. Setiap pembaca akan memiliki interpretasi berbeda terhadap teks laporan hasil observasi. Kegiatan interpreatsi lebih memfokuskan dan memprioritaskan pada pengkajian bagian-bagian yag ada dalam teks laporan hasil observasi. Oleh karena itu, menginterpretasi dan menafsirkan teks laporan hasil observasi ini sangat diperlukan untuk mengungkapkan isi dalam sebuah teks laporan hasil observasi. Kegiatan menginterpretasi teks laporan hasil observasi dapat dilakukan dengan meringkas dan menyimpulkan teks laporan hasil observasi. 

    1. Ringkasan Teks Laporan Hasil Observasi

          Ringkasan adalah pokok-pokok pikiran yang dirangkai menjadi satu dengan tetap memperhatikan urutan isi bagian demi bagian, dan sudut pandang pengarang tetap diperhatikan dan dipertahankan. dalam menyusun ringkasan, pertama kali yang harus dilakukan adalah memahami isi teks, lalu menemukan pokok-pokok informasi dalam teks tersebut. Pokok-pokok isi teks dapat ditemukan pada kalimat utama. Kalimat utama adalah kalimat yang mengandung pokok pikiran atau gagasan utama yang menjadi dasar pengembangan sebuah paragraf. Kalimat utama terletak di awal atau di akhir sebuah paragraf, tergantung pola pengembangan paragraf. Jika pengembangan paragraf berpola deduktif, maka kalimat utama berada pada urutan pertama. Sedangkan paragraf yang dikembangkan dengan pola induktif, kalimat utama berada di urutan akhir.

    2. Simpulan Teks Laporan Hasil Observasi

           Simpulan adalah rumusan akhir tentang sesuatu, dalam hal ini adalah teks. Simpulan disusun berdasarkan pemahaman dan penalaran pembaca terhadap keseluruhan isi teks tersebut.         
 

 

 Berikut ini 2 contoh teks laporan hasil observasi

Teks 1

                                                            Vegetasi Pantai 

    Vegetasi pantai atau hutan pantai merupakan tutupan vegetasi yang tumbuh dan berkembang di pantai berpasir di atas garis pasang tertinggi wilayah tropis. Kondisi hutan pantai umumnya terbuka, berpasir, dengan ketinggian vegetasi rendah, dan bersemak. Hutan pantai tumbuh pada kondisi pasir yang kering, umumnya terhindar dari pasang air laut. Hutan pantai disebut juga vegetasi litoral yang berkembang di wilayah pasang-surut pesisir berperairan masin dangkal dengan substrat air atau karang.

    Ekosistem hutan pantai didominasi oleh lamun dan ganggang laut. Berbeda dengan kondisi pantai kering, terdapat terna (herbal) yang didominasi oleh Ipomea pes-caprae yang bercampur dengan tumbuhan merayap lainnya seperti Canavallia maritima dan Vigna Marina. Di hutan pantai terdapat pula rumput Ischaemum multicum dan Spinifex littoreus serta teki-tekian Cyperus pedunculatus.

    Hutan pantai digunakan sebagai tempat saltick oleh berbagai spesies binatang, khususnya mamalia besar. Saltick merupakan aktivitas binatang memperoleh garam mineral untuk memelihara keseimbangan fisiologis cairan tubuhnya. Beberapa fauna yang sering tercatat berada di hutan pantai adalah rusa, kelelawar, biawak, dan lutung.

    Hutan pantai secara khusus menjadi habitat dan lokasi penularan penyu. Di Jawa dan Bali misalnya, tercatat ada tiga jenis spesies penyu yang secara teratur berkunjung ke hutan pantai untuk bertelur. Spesies penyu trsebut di antaranya penyu hijau (Chelonia mydas), penyu sisik (Eretmochelys imbricata), dan penyu belimbing (Dermochelys ciracea). Satwa lainnya yang mudah dijumpai adalah berbagai spesies burung, seperti elang laut perut putih dan elang bondol. Tutupan hutan yang relatif terbuka juga memudahkan kita mengamati burung air yang berkunjung, seperti bangau, cangak, kuntul, dan bebek. Beberapa spesies burung laut, juga dapat ditemukan dalam kelompok besar.  
 

Teks 2

                                                                    Ubur-Ubur Laut

    Ubur-ubur adalah hewan karnivor yang hidup di laut dan jenisnya amat beragam, dari yang berukuran kecil hingga berukuran raksasa. Ubur-ubur yang sangat umum dijumpai di laut adalah dari kelas Skypozoa (Schypomedusae). Jenis ubur-ubur ini diperkirakan ada 200 jenis.

    Ubur-ubur Schypozoa (Schypomedusae) mempunyai ciri antara lain tubuhnya berbentuk payung atau genta yang disertai dengan umbai-umbai berupa tentakel. Bagian payung sebelah atas berbentuk cembung dan disebut eksumbrela (exumbrella). Di antara keduanya terdapat mesoglea yang mempunyai lendir yang sangat kental. Di tengah subumbrela terdapat bukaan mulut.

    Ubur-ubur ini dicirikan dengan adanya sel-sel penyengat yang disebut nematosis (Nematocsyst) yang mengandung racun. Nematosis terdapat hampir di sekujur tubuhnya. Namun, nematosis yang terbanyak terdapat di bagian lengan atau tentakelnya yang berguna untuk menangkap mangsanya. Bentuk nematosis ini sangat beragam menurut jenisnya. Akan tetapi, pada umumnya nematosis ini berupa kantong kecil atau kapsul yang berisikan sel yang mirip panah harpun.

    Pada saat-saat tertentu populasi ubur-ubur dapat meledak hingga memenuhi permukaan air laut. Populasi yang meledak tersebut terlihat seolah-olah laut penuh dengan ubur-ubur dan tampak seperti cendol ubur-ubur. Bila hal ini terjadi, dapat menimbulkan kerugian bagi kegiatan pariwisata pantai, perikanan, dan industri yang menggunakan air laut sebagai pendingin. 

 C. Struktur dan Kaidah Kebahasaan Teks Laporan Hasil Observasi

1. Struktur Isi teks Laporan Hasil Observasi

    Teks laporan hasil observasi minimal harus terdiri atas pernyataan umum (tentang hal atau objek yang dilaporkan), deskripsi bagian dari objek yang dilaporkan, dan deskripsi manfaat dari objek tersebut. Teks laporan hasil observasi juga dapat terdiri atas definisi umum, deskripsi bagian, deskripsi manfaat, dan penutup atau simpulan. Perhatikan penjelasan berikut ini!

a. Pernyataan Umum/Definisi Umum

    Pernyataan umum merupakan pembukaan yang berisi pengertian mengenai sesuatu yang dilaporkan

b. Anggota atau Aspek yang Dilaporkan/Deskrifsi Bagian

    Anggota atau aspek yang dilaporkan merupakan bahasan atau perincian tentang objek yang diamati. Merupakan bagian yang berisi ide pokok dari setiap paragraf yang dijelaskan secara terperinci.

c. Deskripsi Manfaat

    Deskripsi manffat merupakan bagian yang menjelaskan manfaat dari sesuatu yang dilaporkan.

d. Penutup atau Simpulan

     Merupakan bagian perincian akhir teks laporan hasil observasi. Penutup dapat berisi simpulan berupa tanggapan atau interpretasi penulis tentang objek yang dibahas. Penutup atau simpulan bersifat opsional. Artinya boleh ada, boleh tidak.

Perhatikan contoh teks "Wayang"!

 
    Wayang adalah seni pertunjukan yang telah ditetapkan sebagai warisan budaya asli Indonesia. UNESCO, lembaga yang mengurusi kebudayaan dari PBB, pada 7 November 2003 menetapkan wayang sebagai pertunjukan bayangan boneka tersohor berasal dari Indonesia. Wayang merupakan warisan mahakarya dunia yang tidak ternilai dalam seni bertutur (Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity).

    Perhatikan paragraf di atas! Ide pokok paragraf di atas adalah tentang wayang warisan budaya asli Indonesia. Jika dilihat dari isinya, maka paragraf di atas menjelaskan tentang wayang secara umum. Oleh karena itu, paragraf di atas merupakan pernyataan umum atau definisi umum dari teks yang berjudul"Wayang".

     Para wali songo, penyebar agama Islam di Jawa sudah membagi wayang menjadi tiga. Wayang kulit di Timur, wayang wong atau wayang orang di Jawa Tengah, dan wayang golek atau wayang boneka di Jawa Barat. Penjenisan tersebut disesuaikan dengan penggunaan bahan wayang. Wayang kulit dibuat dari kulit hewan ternak, misalnya kulit kerbau, sapi, atau kambing. Wayang wong berarti wayang yang ditampilkan atau diperankan oleh orang. Wayang golek adalah wayang yang menggunakan boneka kayu sebagai pemeran tokoh. Selanjutnya, untuk mempertahankan budaya wayang agar tetap dicintai, seniman mengembangkan wayang dengan bahan-bahan lain, antara lain wayang suket dan wayang motekar.

    Wayang kulit dilihat dari umur, dan gaya pertunjukannya pun dibagi lagi menjadi bermacam jenis. Jenis yang paling terkenal, karena diperkirakan memiliki umur paling tua adalah wayang purwa. Purwa berasal dari bahasa Jawa, yang berarti awal. Wayang ini terbuat dari kulit kerbau yang ditatah, dan diberi warna sesuai kaidah pulasan wayang pendalangan, serta diberi tangkai dari bahan tanduk kerbau bule yang diolah sedemikian rupa dengan nama cempurit yang terdiri atas tuding dan gapit.

    Wayang wong (bahasa Jawa yang berarti ‘orang’) adalah salah satu pertunjukan wayang yang diperankan langsung oleh orang. Wayang orang yang dikenal di suku Banjar adalah wayang gung, sedangkan yang dikenal di suku Jawa adalah wayang topeng. Wayang topeng dimainkan oleh orang yang menggunakan topeng. Wayang tersebut dimainkan dengan iringan gamelan dan tari-tarian. Perkembangan wayang orang pun saat ini beragam, tidak hanya digunakan dalam acara ritual, tetapi juga digunakan dalam acara yang bersifat menghibur.

    Selanjutnya, jenis wayang yang lain adalah wayang golek yang mempertunjukkan boneka kayu. Wayang golek berasal dari Sunda. Selain wayang golek Sunda, wayang yang terbuat dari kayu adalah wayang menak atau sering juga disebut wayang golek menak karena cirinya mirip dengan wayang golek. Wayang tersebut kali pertama dikenalkan di Kudus. Selain golek, wayang yang berbahan dasar kayu adalah wayang klithik. Wayang klithik berbeda dengan golek. Wayang tersebut berbentuk pipih seperti wayang kulit. Akan tetapi, cerita yang diangkat adalah cerita Panji dan Damarwulan. Wayang lain yang terbuat dari kayu adalah wayang papak atau cepak, wayang timplong, wayang potehi, wayang golek techno, dan wayang ajen.

    Perkembangan terbaru dunia pewayangan menghasilkan kreasi berupa wayang suket. Jenis wayang ini disebut suket karena wayang yang digunakan terbuat dari rumput yang dibentuk menyerupai wayang kulit. Wayang suket merupakan tiruan dari berbagai fgur wayang kulit yang terbuat dari rumput (bahasa Jawa: suket). Wayang suket biasanya dibuat sebagai alat permainan atau penyampaian cerita pewayangan kepada anak-anak di desa-desa Jawa.

    Dalam versi lebih modern, terdapat wayang motekar atau wayang plastik berwarna. Wayang motekar adalah sejenis pertunjukan teater bayang-bayang atau serupa wayang kulit. Namun, jika wayang kulit memiliki bayangan yang berwarna hitam saja, wayang motekar menggunakan teknik terbaru hingga bayang-bayangnya bisa tampil dengan warna-warni penuh. Wayang tersebut menggunakan bahan plastik berwarna, sistem pencahayaan teater modern, dan layar khusus.

    Kemudian perhatikan paragraf-paragraf di atas! Isi paragraf tersebut menjelaskan pembagian wayang secara terperinci. Oleh karena itu, paragraf-paragraf tersebut dinamakan  deskripsi bagian atau aspek yang dilaporkan.

      Semua jenis wayang di atas merupakan wujud ekspresi kebudayaan yang dapat dimanfaatkan dalam berbagai kehidupan antara lain sebagai media pendidikan, media informasi, dan media hiburan. Wayang bermanfaat sebagai media pendidikan karena isinya banyak memberikan ajaran kehidupan kepada manusia. Pada era modern ini, wayang juga banyak digunakan sebagai media informasi. Ini antara lain dapat kita lihat pada pagelaran wayang yang disisipi informasi tentang program pembangunan seperti keluarga berencana (KB), pemilihan umum, dan sebagainya.Yang terakhir, meski semakin jarang, wayang masih tetap menjadi media hiburan.

    Paragraf di atas menjelaskan manfaat dari wayang dalam kehidupan. Oleh karena itu, paragraf di atas merupakan deskripsi manfaat dari teks berjudul "Wayang". 

2. Kaidah Kebahasaan Teks Laporan Hasil Observasi 

Dalam teks laporan hasil observasi, terdapat ciri-ciri kebahasaan yang menjadi ciri khas teks tersebut, seperti:

a. Nomina/Kata Benda

Nomina atau kata benda digunakan untuk menyebut objek utama dalam teks laporan hasil observasi, misal: 𝙗𝙪𝙠𝙪, 𝙜𝙪𝙣𝙪𝙣𝙜, 𝙗𝙪𝙣𝙜𝙖, 𝙠𝙚𝙧𝙗𝙖𝙪, 𝙠𝙪𝙘𝙞𝙣𝙜. 

b. Verba/Kata Kerja

1. Verba material digunakan untuk menunjukkan tindakan suatu objek yang terlihat nyata, misal: 𝙢𝙚𝙢𝙗𝙖𝙘𝙖, 𝙢𝙚𝙢𝙪𝙠𝙪𝙡, 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙚𝙣𝙙𝙖𝙧𝙖𝙞, 𝙢𝙚𝙣𝙮𝙞𝙧𝙖𝙢𝙞. 

2. Kopula merupakan verba yang menyatakan hubungan definisi, seperti: 𝙢𝙚𝙧𝙪𝙥𝙖𝙠𝙖𝙣, 𝙖𝙙𝙖𝙡𝙖𝙝, 𝙮𝙖𝙞𝙩𝙪, dan 𝙮𝙖𝙠𝙣𝙞. 

3. Verba pengelompokan digunakan untuk mengelompokkan objek dalam satuan-satuan tertentu, misalnya: 𝙩𝙚𝙧𝙗𝙖𝙜𝙞, 𝙩𝙚𝙧𝙙𝙞𝙧 𝙖𝙩𝙖𝙨, atau 𝙩𝙚𝙧𝙢𝙖𝙨𝙪𝙠. 

4. Verba keadaan merupakan keadaan yang digunakan untuk menggambarkan suatu keadaan, seperti 𝙢𝙚𝙢𝙥𝙪𝙣𝙮𝙖𝙞, 𝙗𝙚𝙧𝙝𝙪𝙗𝙪𝙣𝙜𝙖𝙣, dan 𝙗𝙚𝙧𝙜𝙚𝙧𝙖𝙠. 

c. Afiksasi/Pengimbuhan

d. Kalimat Definisi dan Kalimat Deskripsi

e. Kalimat Simplek (Sederhana) dan Kalimat Kompleks (Majemuk)

Perhatikan contoh teks berikut ini!

                                                            Vegetasi Pantai 

    Vegetasi pantai atau hutan pantai merupakan tutupan vegetasi yang tumbuh dan berkembang di pantai berpasir di atas garis pasang tertinggi wilayah tropis. Kondisi hutan pantai umumnya terbuka, berpasir, dengan ketinggian vegetasi rendah, dan bersemak. Hutan pantai tumbuh pada kondisi pasir yang kering, umumnya terhindar dari pasang air laut. Hutan pantai disebut juga vegetasi litoral yang berkembang di wilayah pasang-surut pesisir berperairan masin dangkal dengan substrat air atau karang.

    Ekosistem hutan pantai didominasi oleh lamun dan ganggang laut. Berbeda dengan kondisi pantai kering, terdapat terna (herbal) yang didominasi oleh Ipomea pes-caprae yang bercampur dengan tumbuhan merayap lainnya seperti Canavallia maritima dan Vigna Marina. Di hutan pantai terdapat pula rumput Ischaemum multicum dan Spinifex littoreus serta teki-tekian Cyperus pedunculatus.

    Hutan pantai digunakan sebagai tempat saltick oleh berbagai spesies binatang, khususnya mamalia besar. Saltick merupakan aktivitas binatang memperoleh garam mineral untuk memelihara keseimbangan fisiologis cairan tubuhnya. Beberapa fauna yang sering tercatat berada di hutan pantai adalah rusa, kelelawar, biawak, dan lutung.

    Hutan pantai secara khusus menjadi habitat dan lokasi penularan penyu. Di Jawa dan Bali misalnya, tercatat ada tiga jenis spesies penyu yang secara teratur berkunjung ke hutan pantai untuk bertelur. Spesies penyu trsebut di antaranya penyu hijau (Chelonia mydas), penyu sisik (Eretmochelys imbricata), dan penyu belimbing (Dermochelys ciracea). Satwa lainnya yang mudah dijumpai adalah berbagai spesies burung, seperti elang laut perut putih dan elang bondol. Tutupan hutan yang relatif terbuka juga memudahkan kita mengamati burung air yang berkunjung, seperti bangau, cangak, kuntul, dan bebek. Beberapa spesies burung laut, juga dapat ditemukan dalam kelompok besar. 

    Pada paragraf pertama terdapat nomina, yaitu pasir, air dan karang. Sedangkan verba, seperti tumbuh, berkembang, terbuka, berpasir, terhindar, dan berperairan. Kata-kata ini telah mengalami afiksasi. Kata berkembang mendapat imbuhan ber-. Sedangkan kalimat definisi dapat kita temukan  pada kalimat pertama paragraf pertama, yaitu "Vegetasi pantai atau hutan pantai merupakan tutupan vegetasi yang tumbuh dan berkembang di pantai berpasir di atas garis pasang tertinggi wilayah tropis."


 

Rabu, 22 Juli 2020

Teks Prosedur

                                        Teks Prosedur 
    Teks prosedur adalah jenis teks yang menjelaskan cara atau langkah dalam melakukan atau membuat sesuatu. Teks prosedur berisi langkah-langkah yang harus dilakukan agar suatu tindakan dapat terlaksana dengan baik.
    Teks prosedur memiliki manfaat yang sangat besar dalam kehidupan. Teks prosedur dapat membantu Kita menggunakan suatu alat dengan benar dan tanpa merusak alat yang digunakan. Selain itu, teks prosedur dapat membantu Kita mengetahui cara-cara melakukan aktivitas tertentu dan kebiasaan hidup.
    Teks prosedur bertujuan untuk memberikan penjelasan tata cara melakukan, menggunakan, dan membuat sesuatu dengan jelas. Tujuan komunikatif teks prosedur adalah memberi petunjuk cara melakukan sesuatu melalui serangkaian tindakan atau langkah.
 
A. Ciri-Ciri Teks Prosedur
Teks prosedur memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1. Berisikan langkah-langkah
2. Disusun secara informatif
3. Dijelaskan secara terperinci
4. Bersifat objektif
5. Menggunakan syarat atau pilihan
6. Kalimat jelas, logis, dan singkat

B. Jenis-Jenis Teks Prosedur
1. Teks prosedur yang menjelaskan proses sesuatu bekerja atau             instruksi secara manual.
2. Teks prosedur yang menginformasikan aktivitas tertentu dengan         peraturannya.
3. Teks prosedur yang berhubungan dengan sifat atau kebiasaan             manusia.

C. Struktur Teks Prosedur
            Teks prosedur memiliki tiga unsur pembangun. Ketiga unsur tersebut adalah bagian tujuan, bagian material, dan langkah-langkah. Berikut ini penjelasan masing-masing bagian:

1. Bagian tujuan
    Bagian ini bisa berupa judul dan berisikan tujuan pembuatan teks. Bagian tujuan juga berisikan hasil akhir yang akan dicapai jika melakukan tahapan dalam teks.

2. Bagian material
    Bagian ini berisikan bahan-bahan, alat-alat, atau material yang diperlukan. Tetapi tidak semua teks prosedur memiliki bagian ini. Pada umumnya penggunaan bagian ini terdapat pada teks prosedur tentang pembuatan makanan atau barang.

3. Bagian langkah-langkah
        Bagian ini berisi langkah-langkah yang harus ditempuh untuk mencapai hasil sesuai dengan tujuan teks prosedur tersebut. Langkah-langkah tersebut harus dilakukan secara berurutan sesuai dengan tahapan yang ada. Inilah yang membedakan teks prosedur dari tips, yaitu teks prosedur harus mengikuti tahapan yang ada, sementara tips bisa tidak mengikuti tahapan yang ada.Walaupun keduanya dari sisi struktur sama. Ada pernyataan umum yang berisi tujuan dan tahapan.

C. Ciri Kebahasaan Teks
        Teks prosedur banyak menggunakan kalimat depinisi, kata         ganti, konjungsi, kalimat imperatif, kalimat deklaratif, kalimat         interogatif, verbal material dan tingkah laku.

Kalimat Imperatif – Kalimat yang mengandung perintah, fungsinya ialah untuk meminta atau melarang seseorang untuk melakukan sesuatu. 

Kalimat Deklaratif – Kalimat yang berisi pernyataan, fungsinya ialah untuk memberikan informasi atau berita tentang sesuatu. 

       

Kalimat Interogatif – Kalimat yang berisi pertanyaan, fungsinya ialah untuk meminta informasi tentang sesuatu. 

Konjungsi Temporal – Konjungsi temporal merupakan kata penghubung yang berhubungan secara kronologis dengan waktu dan kejadian dari kedua peristiwa yang memiliki keterkaitan. Misalnya setelah ini, kemudian, lalu, sesudah itu, selanjutnya, sebelum itu, dan lain-lain. 

Verba material dan tingkah laku – Verba material adalah perbuatan yang mengacu pada tindakan, seperti potonglah ubi itu, masukan air kedalam wadah. Sedangkan Verba tingkah laku adalah perbuatan yang mengacu pada tindakan berdasarkan ungkapan, seperti, tunggu kira-kira 5 menit, tunggu sampai matang, tetap pertahankan, dan lainnya.

Partisipan manusia – Partisipan manusia adalah mempartisipasikan atau mengikutsertakan manusia dalam tulisan tersebut untuk membantu langkah-langkahnya. 

Bilangan penanda – Bilangan penanda adalah bilangan yang mengurutkan langkah-langkah pada tulisannya.

 

Macam Macam Teks Prosedur

Teks prosedur memiliki 3 macam. Yaitu teks prosedur sederhana, kompleks dan protocol.

  • Teks Prosedur Sederhana

Teks prosedur sederhana yaitu teks yang berisi langkah-langkah sederhana yang biasaya hanya 2-4 langkah saja dalam melakukannya, contohnya cara login facebook.

  • Teks Prosedur Kompleks

Teks prosedur kompleks yaitu teks yang berisi banyak langkah dalam melakukannya. contohnya, cara membuat sambal balado, cara mengajukan pembuatan kartu SIM, cara memperpanjang STNK, prosedur pembuatan ktp.

  • Teks Prosedur Protokol

Teks prosedur protokol adalah teks yang pada setiap langkahnya bisa diubah tidak harus runut, walaupun berubah, tetapi hasil akhirnya tetap sama. misalnya, jika memasak mie instan kita bisa merebus dengan memasukan mie dan bumbu kedalam air rebusan dari tungku atau bisa memasukan air panas kedalam wadah yang berisi mie lalu memasukan bumbu.

Contoh teks prosedur

Cara Membuat Nasi Goreng Dadakan

Berikut adalah cara membuat nasi goreng dadakan. Karena namanya Nasi Goreng Dadakan, berarti nasi goreng yang dibuat secara mendadak dan dengan bahan seadanya. Buat kalian yang mau mencoba membuat nasi goreng ini, bisa kalian siapkan bahan-bahannya, serta ikuti langkah-langkahnya. Mari kita mulai!

Bahan-bahan:

Satu piring nasi putih, 2 siung bawang merah, 1 siung bawang putih, daun bawang secukupnya, 1 buah tomat, 2 buah cabe rawit, bawang goreng secukupnya, 1 butir telur ayam. kecap manis, 1 sendok teh garam, kaldu bubuk secukupnya

Cara membuat:

  1. Iris tomat, cabe rawit, bawang merah, bawang putih, dan daun bawang.
  2. Tumis bawang merah dan bawang putih hingga harum lalu masukan irisan daun bawang.
  3. Kemudian masukan nasi serta irisan tomat
  4. Setelah itu masukan telur, kecap manis, kaldu bubuk, dan juga garam secukupnya. Kemudian, setelah tercampur aduk sampai merata.
  5. Setelah merata dan kecap kering, nasi goreng dadakan siap disajikan.

Tujuan teks prosedur di atas menjelaskan cara membuat nasi goreng dadakan. Sebagaimana tertera dalam judul teks di atas "Cara Membuat Nasi Goreng Dadakan".

Struktur teks prosedur di atas terdiri dari pernyataan umum, bagian material, dan tahapan-tahapan.

Pernyataan umumnya adalah:

Berikut adalah cara membuat nasi goreng dadakan. Karena namanya Nasi Goreng Dadakan, berarti nasi goreng yang dibuat secara mendadak dan dengan bahan seadanya. Buat kalian yang mau mencoba membuat nasi goreng ini, bisa kalian siapkan bahan-bahannya, serta ikuti langkah-langkahnya. Mari kita mulai!

Bagian Material:

Bahan-bahan:

Satu piring nasi putih, 2 siung bawang merah, 1 siung bawang putih, daun bawang secukupnya, 1 buah tomat, 2 buah cabe rawit, bawang goreng secukupnya, 1 butir telur ayam. kecap manis, 1 sendok teh garam, kaldu bubuk secukupnya

Langkah-langkah yaitu:

  1. Iris tomat, cabe rawit, bawang merah, bawang putih, dan daun bawang.
  2. Tumis bawang merah dan bawang putih hingga harum lalu masukan irisan daun bawang.
  3. Kemudian masukan nasi serta irisan tomat
  4. Setelah itu masukan telur, kecap manis, kaldu bubuk, dan juga garam secukupnya. Kemudian, setelah tercampur aduk sampai merata.
  5. Setelah merata dan kecap kering, nasi goreng dadakan siap disajikan.
Ciri kebahasaan teks prosedur di atas adalah:
1. Kata ganti atau pronomina
    Buat kalian yang mau mencoba membuat nasi goreng ini, bisa kalian siapkan bahan-bahannya, serta ikuti langkah-langkahnya. Mari kita mulai!
2. Konjungsi
    Tumis bawang merah dan bawang putih hingga harum lalu masukan irisan daun bawang.
3. Kalimat Imperatif atau perintah
       Iris tomat, cabe rawit, bawang merah, bawang putih, dan daun bawang.
4. Kalimat Deklaratif
    Karena namanya Nasi Goreng Dadakan, berarti nasi goreng yang dibuat secara mendadak     dan dengan bahan seadanya.
5. Verba Material
  1. Iris tomat, cabe rawit, bawang merah, bawang putih, dan daun bawang.
  2. Tumis bawang merah dan bawang putih hingga harum lalu masukan irisan daun bawang.
  3. Kemudian masukan nasi serta irisan tomat
  4. Setelah itu masukan telur, kecap manis, kaldu bubuk, dan juga garam secukupnya. Kemudian, setelah tercampur aduk sampai merata.
  5. Setelah merata dan kecap kering, nasi goreng dadakan siap disajikan.


Senin, 13 Juli 2020

Teks Prosedur

         Dalam melakukan suatu kegiatan, pemahaman tahap-tahap dalam mengerjakannya sangat penting. Pelaksanaan setiap tahap tersebut menggambarkan proses berlangsungnya suatu kegiatan yang dilakukan seseorang. Apabila seseorang memahami cara melakukan suatu kegiatan, maka keberhasilan kegiatan tersebut sudah tergambar. Namun sebaliknya, apabila melakukan suatu kegiatan tetapi tidak memahami caranya atau prosedurnya, maka kemungkinan kegagalan akan lebih besar.

Kegiatan 1
Menunjukkan pernyataan umum dan tahapan-tahapan dalam melakukan sesuatu.

    Seseorang melakukan suatu kegiatan tentu saja harus memperhatikan langkah-langkah mengerjakannya. Apabila kita akan melakukan pekerjaan, maka harus memahami langkah-langkahnya agar hasil kegiatan tersebut berhasil dengan baik. Marilah kita telaah teks prosedur berikut ini. Bacalah secara saksama sehingga kamu dapat menemukan bagian-bagian yang termasuk ke dalam pernyataan umum dan tahapan-tahapan melakukan suatu kegiatan atau pekerjaan.

Bacalah contoh teks prosedur berikut ini!
Teks 1

                                                    Cara Menghidupkan Komputer

        Komputer merupakan salah satu perangkat elektronik yang sering digunakan untuk memudahkan pekerjaan manusia. Sebelum digunakan, komputer ini harus dioperasikan terlebih dahulu. Dalam pengoperasian komputer, kita harus mengikuti setiap prosedur bagaimana cara menghidupkan komputer dengan benar. Untuk menghidupkan komputer dengan benar, ikutilah langkah-langkah berikut.
1. Buka penutup layar monitor, CPU,
keyboard dan printer.
2. Pastikan sakelar yang menyediakan arus listrik terhubungkan dengan kabel power ke stabilizer atau   CPU komputer.
3. Tekan tombol
power pada CPU dan tombol power monitor.
4. Komputer akan
booting, tunggu proses ini sampai selesai.
5. Setelah selesai proses
booting, komputer siap digunakan.

Teks 2
                                                        Cara Mematikan Komputer

Setelah selesai digunakan, komputer haruslah dimatikan agar tida menyala terus. Sama seperti prosedur menyalakan komputer, cara mematikan komputer juga memerlukan prosedur agar komputer tidak cepat mengalami kerusakan. Ikuti langkah-langkah yang benar di bawah ini.
1. Tutup semua program atau aplikasi yang sedang aktif.
2. Klik tombol “
Start” dengan mouse pada menu Dekstop.
3. Klik menu “
Turn Off Computer”.
4. Pada kotak dialog “
Turn Off Computer”, klik tombol “Turn Off”.
5. Diamkan beberapa saat hingga komputer padam.
6. Tekan tombol
OFF pada monitor untuk memadamkan monitor.
7. Cabut kabel listrik dari jala-jala listrik.
8. Tutup dengan penutup.

 
Marilah kita perhatikan teks di atas!

        Komputer merupakan salah satu perangkat elektronik yang sering digunakan untuk memudahkan pekerjaan manusia. Sebelum digunakan, komputer ini harus dioperasikan terlebih dahulu. Dalam pengoperasian komputer, kita harus mengikuti setiap prosedur bagaimana cara menghidupkan komputer dengan benar. Untuk menghidupkan komputer dengan benar, ikutilah langkah-langkah berikut.

Teks ini dinamakan dengan pernyataan umum. Karena berisi penjelasan benda yang dibicarakan secara umum. Mulai dari pengertian, spesifik, bentuk, warna, fungsi atau manfaat, dan lain sebagainya.

1. Buka penutup layar monitor, CPU, keyboard dan printer.
2. Pastikan sakelar yang menyediakan arus listrik terhubungkan dengan kabel power ke stabilizer atau   CPU komputer.
3. Tekan tombol
power pada CPU dan tombol power monitor.
4. Komputer akan
booting, tunggu proses ini sampai selesai.
5. Setelah selesai proses
booting, komputer siap digunakan.

Teks ini dinamakan dengan tahapan-tahapan atau langkah-langkah. Karena berisi urutan langkah atau tahapan dalam melakukan sesuatu.

Tugas
1. Apa yang kamu ketahui tentang teks prosedur?
1. Tentukan pernyataan umum dan tahapan dalam teks kedua!
2. Sebutkan perbedaan antara teks prosedur dengan tips, teks prosedur dengan Laporan hasil observasi !
3. Apakah tips mempunyai pernyataan umum dan tahapan?

Rabu, 25 Maret 2020

Bahasa Indonesia Kelas X Materi Puisi


Kompetensi Dasar:
3.16     Mengidentifikasi suasana, tema, dan makna beberapa puisi yang terkandung  dalam antologi puisi yang diperdengarkan atau dibaca.
Tujuan Pembelajaran:
1.     Menentukan suasana dalam puisi
2.     Menentukan tema dalam puisi
3.     Menentukan makna kata dalam puisi
4.     Menentukan makna puisi

Sebelum kita menentukan suasana, tema, dan makna puisi terlebih dahulu kita mengetahui unsur-unsur pembangun puisi. Unsur pembangun puisi yaitu unsur intrinsik dan ekstrinsik.
Unsur Intrinsik yaitu tema, rasa/perasaan, nada, dan suasana.
1.     Tema
Tema adalah pokok persoalan yang akan diungkapkan penyair. Pokok persoalan itu begitu mendesak dalam jiwa penyair sehingga menjadi landasan utam pengucapannya. Tema tersirat dalam keseluruhan isi puisi. Persoalan-persoalan yang diungkapkan itu merupakan penggambaran suasana batin. Tema tersebut bisa pula berupa respon penyair terhadap kenyataan sosial budaya sekitarnya.
2.     Rasa/Perasaan
Puisi merupakan karya sastra yang paling mewakili ekspresi perasaan penyair. Bentuk ekspresi itu dapat berupa kerinduan, kegelisahan, atau pengagungan kepada kekasih, alam, atau Sang Khalik. Oleh karena itu, Bahasa dalam puisi akan terasa sangat ekspresif dan lebih padat.
3.     Nada
Nada adalah sikap penyair terhadap pembaca puisinya. Sikap penyair bias saja menggurui, menasihati, mengejek, menyindir, berduka, atau bersikap lugas hanya menceritakan sesuatu kepada pembaca.
4.     Suasana
Suasana adalah keadaan jiwa pembaca setelah membaca puisi. Jika nada penyair berduka, maka dapat menimbulkan suasana sedih dalam diri pembaca.
Unsur ekstrinsik yaitu diksi, pengimajian, kata konkret, majas, rima/ritma, dan tipografi.
1.     Diksi
Penyair sangat cermat dalam memilih kata-kata. Kata-kata yang ditulis sangat dipertimbangkan maknanya, komposisi bunyi dalam rima dan irama, kedudukan kata itu dalam hubungan dengan kata lain, serta kedudukan kata dalam keseluruhan puisi itu.
Pemilihan kata dalam puisi mempertimbangkan berbagai aspek estetis. Kata-kata dalam puisi juga bersifat konotatif. Makna dari kata-kata itu mungkin lebih dari satu. Kata-kata itu juga mempunyai efek keindahan dan berbeda dengan kata-kata yang biasa kita pakai sehari-hari.
2.     Pengimajian
Pengimajian dapat didefinisikan sebagai kata atau susunan kata yang dapat mengungkapkan pengalaman imajinasi. Dengan daya imajinasi yang diciptakan penyair, pada kata-kata puisi itu seolah-olah tercipta sesuatu yang dapat didengar, dilihat, ataupun dirasakan pembacanya.
3.     Kata konkret
Untuk membangkitkan imaji pembaca, kata-kata harus diperkonkret. Jika penyair mahir memperkonret kata-kata, maka pembaca seolah-olah melihat, mendengar, atau merasakan apa yang diungkapkan oleh penyair. Jika imaji pembaca akibat dari pengimajian yang diciptakan penyair, maka kata konkret merupakan sebab terjadinya pengimajian itu. Dengan kata yang diperkonkret, pembaca dapat membayangkan secara jelas peristiwa atau keadaan yang dilukiskan penyair.
4.     Majas
Majas adalah Bahasa yang digunakan penyair untuk mengatakan sesuatu dengan cara pengiasaan, yakni secara tidak langsung mengungkapkan makna. Majas digunakan penyair untuk menyampaikan perasaan, pengalaman batin, harapan, suasana hati, ataupun semangat hidupnya. (Untuk lebih jelas tentang majas, silahkan baca pembahasan majas!)


5.   Rima/Ritma

Rima adalah pengulangan bunyi dalam puisi. Rima berfungsi untuk membentuk musikalitas orkestrasi. Dengan adanya rima itulah, efek bunyi makna yang dikehendaki penyair semakin indah dan makna yang ditimbulkannya pun lebih kuat.
6.   Tipografi
Tipografi adalah perbedaan yang penting antara puisi dengan prosa dan drama. Larik-larik puisi tidak berbentuk paragraf, melainkan membentuk bait-bait.


A.    Menentukan Suasana Dalam Puisi
Bacalah contoh puisi berikut ini!
Dibawa Gelombang oleh: Sanusi Pane

Alun membawa bidukku perlahan
Dalam kesunyian malam waktu
Tidak berpawang tidak berkawan
Entah kemana aku tak tahu

Jauh di atas bintang kemilau
Seperti sudah berabad-abad
Dengan damai mereka meninjau
Kehidupan bumi yang kecil amat

Aku bernyanyi dengan suara
Seperti bisikan angin di daun
Suaraku hilang dalam udara
Dalam laut yang beralun-alun

Alun membawa bidukku perlahan
Dalam kesunyian malam waktu
Tidak berpawang tidak berkawan
Entah kemana aku tak tahu

Perhatikan diksi yang digunakan penyair dalam puisi di atas yang menyatakan kepasrahan dalam hidupnya.
Alun membawa bidukku perlahan
Dalam kesunyian malam waktu
Tidak berpawang tidak berkawan
Entah kemana aku tak tahu
Oleh karena itu, suasana dalam puisi di atas adalah pasrah.

B.    Menentukan Tema Puisi
Perhatikan kembali puisi “Dibawa Gelombang”!

Alun membawa bidukku perlahan
Dalam kesunyian malam waktu
Tidak berpawang tidak berkawan
Entah kemana aku tak tahu

Jauh di atas bintang kemilau
Seperti sudah berabad-abad
Dengan damai mereka meninjau
Kehidupan bumi yang kecil amat

Aku bernyanyi dengan suara
Seperti bisikan angin di daun
Suaraku hilang dalam udara
Dalam laut yang beralun-alun

Alun membawa bidukku perlahan
Dalam kesunyian malam waktu
Tidak berpawang tidak berkawan
Entah kemana aku tak tahu

Jika kita memperhatikan diksi yang digunakan Sanusi Pane dalam puisi tersebut, kita dapat menyimpulkan bahwa tema puisi tersebut adalah kehidupan

C.    Menentukan Makna Kata dan Puisi
Mari kita perhatikan kembali puisi “Dibawa Gelombang”!
Alun membawa bidukku perlahan
Dalam kesunyian malam waktu
Tidak berpawang tidak berkawan
Entah kemana aku tak tahu

Penyair mengungkapkan kehidupannya dengan menggunakan kata alun dan biduk. Kata alun dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti gelombang yang memanjang dan bergulung-gulung, biasanya lebih kecil dari ombak dan  lebih besar dari riak. Sedangkan kata biduk berarti perahu kecil yang dipakai untuk menangkap ikan atau mengangkat barang-barang di sungai. Alun membawa bidukku perlahan dapat kita maknai dengan gelombang kehidupan membawa diriku perlahan.
Sedangkan kepasrahan penyair diungkapkan dalam larik Entah kemana aku tak tahu. Kalimat tanya yang menunjukkan orang yang pasrah akan keadaan pada dirinya.
Dapat kita simpulkan makna yang ada dalam bait puisi tersebut adalah gelombang kehidupan yang membawa sang penyair, tetapi entah ke arah mana ia tak tahu, dan ia hanya pasrahkan saja semua itu.
Demikian contoh menentukan suasana, tema, dan makna dalam puisi. Agar pengetahuan dan kemampuan anda semakin meningkat, temukanlah suasana, tema, dan makna dalam puisi pada puisi-puisi yang lain.
 
Kompetensi Dasar:
3.17     Menganalisis  unsur pembangun puisi.

Tujuan pembelajaran:
1.     Menemukan rasa/perasaan dalam puisi
2.     Menemukan nada dalam puisi
3.     Menemukan kata yang menunjukkan imaji dalam puisi
4.     Melengkapi puisi dengan larik bermajas
5.     Menemukan larik yang menunjukkan kata konkret
6.     Menemukan rima/ritma dalam puisi

Bacalah contoh puisi berikut ini!
Aku  karya: Khairil Anwar
Kalau sampai waktuku
Kumahu tak seorang kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri
Dan aku akan lebih tidak peduli
Aku mahu hidup seribu tahun lagi

Kalau kita perhatikan bait-bait puisi di atas, penyair mengungkapkan rasa/perasaan semangat . hal ini dapat kita lihat pada beberapa larik, seperti Aku tetap meradang menerjang, Luka dan bisa kubawa berlari, Berlari, dan Aku mahu hidup seribu tahun lagi.
Kemudian, nada yang disampaikan dalam puisi tersebut yaitu mengajak untuk tetap semangat. Sedangkan kata-kata imaji yang digunakan penyair yaitu berkaitan dengan indra penglihatan melalui kata-kata merayu, terbuang, menembus, meradang, menerjang, dan berlari.
Larik bermajas dalam puisi tersebut yaitu Aku ini binatang jalang. Dalam puisi ini penyair menggunakan majas perbandingan jenis perumpamaan. Penyair mengumpamakan dirinya dengan binatang jalang untuk mempertegas kata-katanya.
Puisi di atas termasuk puisi yang tidak mempedulikan bunyi akhir atau tidak terikat dengan bunyi akhir.


Penelitian Kualitatif

1. Pengertian Penelitian Kualitatif Penelitian kualitatif adalah pendekatan ilmiah yang digunakan untuk memahami makna, realitas sosial, a...